Angkasa Pura 2

Jos Naik KA Bandara Kualanamu

EmplasemenSenin, 9 April 2012
KA-Bandara-Kualanamu

Operasional Kereta Api (KA) Bandara Kualanamu dipastikan paralel waktunya dengan operasional bandara pengganti Polonia tersebut. “Begitu bandara dioperasikan, saat itu juga kereta bandara beroperasi,” ujar Direktur Utama PT Railink, Masjraul Hidayat, kepada beritatrans.com, kemarin.

Dia mengutarakan KA bandara tersebut melayani rute Medan – Kualanamu sepanjang 28 kilometer. Dari koridor tersebut, pembangunan rel hanya dibutuhkan sepanjang sekitar satu kilometer yakni dari Stasiun Aras Kabu – Bandara Kualanamu.

Sedangkan dari Stasiun Medan ke Aras Kabu menggunakan jaringan rel eksisting. “Jadi memang untuk pembangunan jaringan rel ini relatif tidak besar biayanya. Soal lahan dari Aras Kabu ke bandara sudah lama kami bebaskan,” ungkap dirut perusahaan patungan PT Kereta Api dengan PT Angkasa Pura II itu.

Saat ini, dia mengutarakan sedang dikerjakan proyek rehabilitasi dan modifikasi Stasiun KA Medan sehingga menjadi City Air Terminal. Stasiun KA Reguler dan Stasiun KA Bandara dipisah, sehingga tidak tercampur antara penumpang KA Bandara dan KA reguler.

Selain dilengkapi fasilitas city check-in, di stasiun tersebut juga dibangun hotel transit, perbelanjaan dan pusat bisnis. “Calon penumpang pesawat bisa menikmati berbagai fasilitas seperti di terminal bandara. Selain penumpang, bagasinya juga bisa di-security check di Medan. Jadi penumpang bisa teramat nyaman,” tutur Masjraul.

Karena kereta khusus, maka direncanakan tidak ada stasiun lain yang disinggahi di tengah perjalanan. “Jos aja dari Medan ke Kualanamu. Begitu juga sebaliknya. Waktu tempuhnya sekitar 30 menit. Bila nanti beroperasi maka, kereta ini menjadi kereta pertama di Indonesia,” jelasnya.
Kereta bandara ini untuk umum, tidak hanya orang yang akan naik pesawat saja yang boleh naik, siapapun boleh naik asalkan beli tiket ka bandara.

Mengenai stasiun di bandara, dia menjelaskan akan dibangun oleh PT Angkasa Pura II. “Dengan demikian, desain maupun konstruksinya akan tune in dengan terminal bandara. Pembangunannya saya yakin bisa tepat waktu, karena PT Angkasa Pura II memiliki kemampuan luar biasa untuk itu,” ucapnya.

KERETA REL DIESEL

Masjraul mengungkapkan layanan tersebut akan menggunakan 4 set kereta rel diesel (KRD), yang didesain mewah fasilitasnya baik interior maupun eksterior. Mengenai dana pengadaan KRD, dia mengutarakan didanai oleh perbankan. “Dengan sukubunga sekitar 11 persen dan masa pengembalian tujuh tahun. Kami berharap pada sekitar tahun kedua atau ketiga sudah terjamin cash flow,” tuturnya.

TARIF

Tentang tarif yang akan dikenakan kepada penumpang, dia mengungkapkan mendapat persetujuan dari Ditjen Perkeretaapian Kementerkan Perhubungan sebesar Rp60.000 per orang. Meski begitu, pada tahap awal akan diberlakukan tarif Rp50.000. Besaran tarif tersebut diprediksi sesuai dengan daya beli pengguna jasa.(mabruri)