Angkasa Pura 2

Saat Gempa, Garuda Sedang Terbang Menuju Aceh

KokpitRabu, 11 April 2012
Bandara-NAD

Ketika gempa berkekuatan 8,5 SR melanda Naggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (11/4/2012), pukul 15.38 WIB, ternyata pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 146 sedang terbang menuju provinsi yang dikenal sebagai Serambi Mekkah tersebut.

Kepada beritatrans.com, General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, NAD, Wasfan Wahyu, mengemukakan pesawat Garuda jenis Boeing 737 seri 800 tersebut terbang dari Bandara Polonia, Medan.

“Pesawat ini memang rutenya Jakarta – Medan – Aceh. Ketika mengudara melanjutkan penerbangan ke Aceh, terjadi gempa besar. Kami langsung memberitahu ATC Polonia dan pilot pesawat,” ungkapnya, Rabu malam.

Petugas Air Traffic Control (ATC) SIM meminta agar frekwensi radio control terhadap pesawat Garuda tersebut tetap di-hold oleh ATC Polonia. “Karena kami harus memeriksa landasan dan infrastruktur lainnya,” jelas mantan Kepala Humas PT Angkasa Pura II itu.

Setelah diperiksa ternyata landasan tidak mengalami kerusakan sama sekali, maka frekwensi radio control diambilalih oleh ATC SIM. “Lalu kami persilakan Garuda mendarat. Sekitar pukul 16.30, Garuda landing dengan mulus dan manis,” ujarnya. Sekitar pukul 17.20, Garuda kembali terbang ke Medan dengan nomor penerbangan 147.

Setelah Garuda, pesawat Boeing 737 ER 900 Lion Air juga mendarat. “Tadi sekitar pukul 22.58 WIB Lion dengan penuh penumpang juga landing dengan mulus dan manis,” ungkapnya.

RETAK

Mengenai efek gempa, Wasfan menjelaskan hanya tmenyebabkan retak kecil di salah satu sambungan beton di lantai 2 ruang tunggu internasional dan conveyer belt. “Tidak bermasalah besar. Alhamdulillah bandara masih dalam kondisi normal,” ucapnya.

Dia juga mengemukakan beberapa saat usai gempa, terjadi arus lumayan besar kedatangan warga ke bandara. “Sebagian besar menggunakan mobil. Selain posisi bandara memang di dataran lebih tinggi, juga listrik tetap menyala ketika terjadi pemadaman listrik di hampir seluruh Aceh,” ujarnya.

Dengan supply listrik dari genset tersebut, dia menuturkan maka pasokan air lancar. “Sehingga warga bisa berwudhu untuk menunaikan shalat. Karena kondisi dinyatakan aman, maka warga kembali ke rumah masing-masing. Sekitar pukul 20.00, bandara sudah sepi dari warga,” jelasnya.(agus wahyudin).