Angkasa Pura 2

Anggaran Operasional Kereta Jaladara di Solo Distop

EmplasemenKamis, 12 April 2012
Anggaran Operasional Kereta Jaladara di Solo Distop

Karena kurang diminati dan tidak terlalu memberi hasil positif, pemerintah kota (Pemkot) Surakarta akan menghentikan anggaran untuk operasional Kereta Api (KA) Jaladara pada tahun anggaran 2013.

Selama ini, anggaran operasional KA itu dianggarkan dari APBD Kota Surakarta, tetapi ternyata kontribusi dari operasional kereta uap tersebut tidak terlalu signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Rencana penghentian anggaran operasional KA Wisata Jaladara itu disampaikan oleh Supriyanto, Wakil Ketua DPRD Surakarta. Menurut dia, minat wisatawan untuk menggunakan Jaladara juga minim. Kereta wisata yang dioperasikan di Solo itu kurang berhasil menarik para wisatawan,” ujarnya.

Sebelumnya juga sudah pernah dioperasikan KA Punakawan sebagai penunjang pariwisata di Kota Solo. Tetapi kereta wisata itu juga sama dengan KA Jaladara, tidak mempunyai daya tarik bagi wisatawan. Karena itulah anggaran operasional KA Punakawan dihentikan.

Bila anggaran operasional tetap diberikan, akan memberatkan APBD. Disebutkan , anggaran operasional KA Jaladara selama ini diambilkan dari APBD Surakarta senilai Rp 700 juta per tahun. Tetapi pendapatan yang diperoleh dari kereta kuno itu tidak sebanding. Pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp 100 juta setahun.

Dia menilai, operasional KA Jaladara terkesan dipaksakan. Kereta yang antik dan kuno, memang memiliki daya tarik kuat sebagai kereta wisata. Terlebih kereta kuno yang beroperasi melintasi wilayah kota hanya ada di Kota Bengawan. Tapi faktanya, wisatawan yang berminat naik kereta tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak. (Adjie Pribadi).

loading...