Angkasa Pura 2

Cimalati Wisata Sejak Zaman Belanda

DestinasiKamis, 12 April 2012
CIMALATI2

Taman Rekreasi Cimalati, satu dari banyak tempat wisata primadona di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Suasana alamnya masih sejuk, segar, dan menyuguhkan panorama alam indah karena terletak di kaki Gunung Salak.

Taman rekreasi di bawah pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pesona Pariwisata ini seluas kurang lebih dua hektar dan sudah dikenal sejak zaman Belanda, tepatnya dibangun sekitar tahun 1901 silam.

Untuk mencapainya cukup gampang. Begitu memasuki pintu masuk ke Cimalati, para pengunjung bisa leluasa menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai sepeda motor, kendaraan pribadi, bahkan mengendarai bus. Pasalnya, infrastruktur jalan ke Cimalati cukup bagus. Di samping aspalnya sudah berhotmit, lebar jalannya juga mencapai enam meter.

Pengunjung pun akan langsung melihat berbagai jenis pepohonan rindang. Mulai pohon beringin, Jahar, Mahuni, Cemara, dan berbagai jenis pohon lainnya. Banyak pula, usia pepohonan itu mencapai ratusan tahun. Untuk lahan parkir, para pengunjung yang membawa kendaraan tak usah khawatir. Bayangkan saja, lahan parkir Cimalati bisa menampung hingga 40 unit bus berukuran besar.

Keunggulan Cimalati yakni memiliki mata air. Makanya wajar, Cimalati menyuguhkan wisata tirta. “Di dalam kawasan ini memiliki sumber mata air. Debit airnya bisa mencapai 30 liter/detik. Air sangat jernih, tidak bau, dan memiliki PH standar,” kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Pesona Pariwisata yang mengelola Taman Rekreasi Cimalati, H Acep Barnasyah.

Wahyudi, pengunjung Cimalati asal Kota Sukabumi, mengaku kerap meluangkan waktu membawa keluarga berlibur ke Taman Rekreasi Cimalati. Alasannya, selain murah juga menyajikan keindahan alam masih asri. Belum lagi, air di Cimalati yang jernih.

“Kolam renang di sini berbeda di tempat lain. Begitu merasakan airnya, memang menyegarkan tubuh. Mungkin karena airnya langsung dari alam jadi jernih. Saya suka ke sini bersama keluarga, sebulan bisa dua kali,” ungkapnya. (kaka)