Angkasa Pura 2

Macet Rugikan Rp245 Miliar/Tahun di Sukabumi

KoridorKamis, 12 April 2012
Titik-macet

Estimasi kerugian kemacetan di Sukabumi, Jawa Barat, cukup tinggi. Betapa tidak, per tahun nilai kerugian akibat kemacetan menembus hingga Rp246 miliar. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi memperlihatkan tingkat kemacetan arus lalu-lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 20 ribu sampai 40 ribu satuan mobil penumpang (SMP).

“Tingkat kemacetan di kita sudah dalam kondisi jenuh. Sebab, antara volume kendaraan berbanding kapasitas jalan sudah tidak sebanding,” kata Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Akhmad Riyadi kepada beritatrans.com, Kamis.

Menurut Riyadi, kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan per hari bisa mencapai Rp 675 juta dari kerugian bahan bakar. Estimasi itu muncul dari jarak tempuh Sukabumi-Bogor, misalnya, saat ini bisa memakan waktu empat jam. Padahal, jarak tempuh antara Sukabumi-Bogor sepanjang 49 km normalnya satu jam.

“Jadi kalau mau ke Bogor pengendara terbuang waktu tiga jam dan bisa menghabiskan bahan bakar sekitar 5 liter. Jadi kalau setiap kendaraan misalkan yang lewat tiap harinya 30 ribu kendaraan bisa mencapi Rp 675 juta. Kalau setahun bisa mencapai kerugian Rp 246 miliar,” papar Rayadi.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Rayadi, harus diperlukan tindakan secepatnya. Saat ini yang perlu dibenahi yakni mengenai kapasitas jalan. Minimal pelebaran jalan harus segera dilakukan.

“Minimal satu jalur lagi dibuka, jadi masing-masing bahu jalan sekitar tiga meter diaspal. Jadi managemen kapasitas jalan perlu dilakukan sekarang,” terangnya.
15 TITIK

Sementara itu, Sementara titik kemacetan di sepanjang Utara Sukabumi sediktinya ada 15 titik. Belasan titik itu tersebar di sepanjang utara Sukabumi, Cicurug-Cibadak dan titik lainnya. (Kaka)

loading...