Angkasa Pura 2

Bangun Tiga Hotel, AP I Anggarkan Rp100 Miliar

BandaraSenin, 16 April 2012
APH 2a

PT Angkasa Pura I (AP I), tahun ini, menyediakan dana sekitar Rp100 miliar untuk membangun hotel di tiga Bandara Internasional dengan mengusung konsep hotel budget. AngkasaPura Airport mematok target membangun 1000 kamar hotel selama tiga tahun. Demikian menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Sutomo di sela-sela ground breaking pembangunan Hotel Angkasa Pura, Ibis Buget dan peluncuran www.aph.co.id di Bandara Juanda, Surabaya, Jum’at (13/4).

“Mulai hari ini kita bangun AngkasaPura Hotels di Surabaya dan Makassar. Pertengahan tahun nanti, kita bangun di Bandara Ngurah Rai (Bali, red),” kata Tommy.

Menurut Tommy, dana pembangunan ketiga hotel tersebut seluruhnya berasal dari internal perusahaan. Sedangkan untuk operasionalnya, AngkasPura Hotels menggandeng Accor, sebuah jaringan hotel internasional.

“Makanya untuk sementara, hotel Angkasa Pura menggunakan nama Ibis Buget,” ujarnya.

Tommy mengatakan, pembangunan hotel Angkasa Pura merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Sedangkan pemilihan ketiga bandara sebagai pilot project bisnis hotel karena pertumbuhan bandara-bandara tersebut sangat pesat.

Bandara Juanda sendiri, kata Tommy, pertumbuhannya sangat luar biasa. Tahun 2011, pertumbuhan penumpangnya mencapai 13,7 juta. Padahal kapasitas terminalnya didesain hanya untuk menampung 6 – 7 juta.

“Jadi belum apa-apa sudah over capacity,” ujarnya.

Direktur Utama AngkasaPura Hotels, Widodo Marmer mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng Accor karena perusahaaan tersebut memiliki reputasi internasional yang baik dengan pengalaman sekitar 40 tahun.
Accor juga operator hotel yang memiliki konsep hotel budget alias hotel berkelas internasional dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp300 ribu – Rp450 ribu per malam. Sedangkan desain interiornya, AngkasaPura Hotels menggandeng perusahaan konsultan desain interior Cocoon yang memilik keahlian mendesain ruang-ruang kecil menjadi indah dan fungsional.

“Biasanya penumpang pesawat adalah orang-orang sibuk dan hanya sekedar transit. Nah kami sediakan hotel kelas bintang dengan harga non bintang,” kata Widodo. (Ali S)