Angkasa Pura 2

2011, Laba Garuda Mencapai Rp808,7 miliar

KokpitFriday, 27 April 2012

Pada tahun 2011 Garuda berhasil meraih net profit sebesar Rp808,7 miliar, dan laba komprehensif sebesar Rp858,8 miliar. Meningkat sebesar 285,4 persen dari tahun 2010. Sedangkan laba operasionalnya sebesar Rp1.01 triliun. Tahun sebelumnya merugi sebesar Rp67.2 miliar. Adapun pendapatan usaha Garuda sebesar Rp27,2 triliun, meningkat 39,1 persen dibanding periode tahun 2010 yang sebesar Rp19,5 triliun.
Demikian laporan keuangan PT Garuda Indonesia yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Jakarta, Jumat (27/4).

Dalam laporan itu juga, tahun 2011 tercatat Garuda berhasil mengangkut sebanyak 17.1 juta penumpang yang terdiri dari 13,9 juta penumpang domestik dan 3,2 juta penumpang internasional. Jumlah penumpang tersebut mengalami peningkatan sebesar 36.2 persen dibanding tahun 2010 yang sebesar 12.5 juta penumpang.

Kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) pada tahun 2011 juga meningkat sebesar 26 persen menjadi 32.5 miliar dibanding 25.8 miliar pada tahun 2010. Selain itu, “yield” penumpang juga meningkat sebesar 12,4 persen menjadi USC 9.6 dibanding tahun 2010 sebesar USC 8,6. Garuda juga berhasil mengangkut sebanyak 229 ribu ton cargo, meningkat sebanyak 10,8 persen dari tahun 2010 yang sebanyak 207 ribu ton cargo.

Selan itu, dalam kurun waktu yang sama, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia pada tahun 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 26,6 persen menjadi 130.043 penerbangan dibanding tahun 2010 yang sebanyak 102.724 penerbangan.

Adapun tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) pada tahun 2011 meningkat sebesar 4,3 persen menjadi 75,2 persen pada tahun 2011, dari 71,7 persen pada tahun 2010 lalu. Utilisasi pesawat mengalami peningkatan dari 9:23 jam pada tahun 2010 menjadi 10:40 jam pada tahun 2011. Tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) juga meningkat 6,9 persen menjadi 85,68 persen dibanding tahun 2010 lalu yang sebesar 80,16 persen.

Berkaitan dengan pengembangan armada dan ekspansi yang dilaksanakan, Garuda Indonesia, pada tahun 2011, menerima 14 pesawat baru terdiri dari 2 A330-200 dan 9 B737-800 Next Generation, serta 3 A320 untuk Citilink, sehingga total pesawat yang dioperasikan selama tahun 2011 adalah sebanyak 87 pesawat dengan rata – rata umur pesawat 6,5 tahun.

Komut dan Direksi Baru
RUPS tahunan itu juga mengumumkan susunan dewan komisaris dan direksi yang baru. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono diangkat menjadi Komisari Utama menggantikan posisi Hadiyanto. Sedangkan dewan komisaris lainya adalah Bambang Wahyudi, Sonatha Halim Jusuf, Wendy Aritenang Yazid, dan Betti Alisjahbana yang tetap menjabat sebagai komisaris independen.

Susunan direksi Garuda Indonesia yang baru membengkak dari lima menjadi delapan direksi. Emirsyah Satar diputuskan tetap sebagai Direktur Utama. Kemudian Handrito Hardjono sebagai Direktur Keuangan menggantikan Elisa Lumbantoruan. Elisa Lumbantoruan diangkat sebagai Direktur Pemasaran dan Penjualan yang sebelumnya tidak ada. Direktur Operasi dijabat Capt. Novijanto Herupratomo, menggantikan Capt. Ari Sapari.

Posisi Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko yang sebelumnya dijabat oleh Achirina digantikan Judi Rifajantoro. Direktur Teknik dan Pengembangan Armada, Batara Silaban menggantikan Hadinoto Soedigno. Kemudian Direktur Layanan Faik Fahmi, dan Direktur SDM dan Umum Heriyanto Agung Putra. (ali s)