Angkasa Pura 2

Rp3,75 Triliun Buat Double Track KA Pantura

EmplasemenKamis, 10 Mei 2012
Double Track KA Pantura

SURABAYA (Berita Trans) – Kementerian Pehubungan (Kemenhub) siapkan anggaran senilai Rp.3,75 triliun untuk pembangunan jalur ganda (double track) lintas pantai utara (Pantura) Jawa. Anggaran tersebut terdiri dari DIPA anggaran tahun 2012 sebesar Rp2,28 triliun atau 24,98 persen dari total annggaran R.9,15 triliun dan APBNP Rp1,47 triliun.

“Besaran anggaran itu di antaranya untuk pembebasan lahan milik warga, pembangunan badan jalan, pengadaan dan pemasangan bantalan-rel. Yaitu koridor Cirebon-Brebes 62 km, Pekalongan-Semarang 90 km, Semarang-Bojonegoro 175 km dan Bojonegoro-Surabaya 105 km,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono saat meninjau langsung proyek jalur double track Surabaya- Pekalongan, kemarin.

Bambang mengungkapkan dari 305 paket proyek pembangunan rel ganda tersebut, tercatat sudah masuk kontrak kerja sebanyak 254 paket, yang seluruhnya sudah langsung mnelakukan pekerjaan. Sisanya, sebanyak 51 paket masih dalam proses dilelang. “Ini pembangunan infrastruktur perkeretaapian yang menjadi skala prioritas untuk diselesaikan. Ditargetkan 2013 selesai dan awal 2014 dioperasikan,”katanya.

Untuk memperlancar kegiatan fisik di lapangan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah terkait. Terutama dalam pembebasan lahan milik masyarakat dan penertiban lahan-lahan negara yang dikuasai sekelompok warga..

Dia mencontohkan seperti di Tandes Pasar Turi Surabaya, yang terdapat pemukiman padat dan minimnya ruang bebas, sehingga diperlukan penertiban dan pembebasan. Khusus tanah negara, diberikan dana kerohiman.”Proyek ini harus sesuai target,” tegasnya.

Penertiban kawasan padat dan seluruh ruas koridor Bojonegoro-Surabaya menurut Bambang juga sudah harus rampung. Sebagian dari koridor itu hingga akhir tahun sudah harus masuk pada pekerjaan konstruksi. Diantaranya pemasangan bantalan dan rel. Serta dilanjutkan persinyalan pada awal 2013.

Pengoperasian jalur ganda Jakarta-Surabaya ini kata Wamenhub, dapat meningkatkan kelancaran logistik dua kali lipat dari yang ada saat ini. Karenanya, ungkap Bambang, PT KAI sebagai operator harus menyiapkan sarananya.
“PT KAI sebagai operator harus menyiapkan sarana,”jelasnya.

Dikatakan, sambil menunggu selesainya pembebasan lahan milik warga pada sejumlah lokasi, pekerjaan fisik dilakukan. Diantaranya pembangunan badan jalan antara Cirebon-Babakan, semrang-Pekalongan. Sedangkan ruas yang sudah jalur ganda yaitu Jakarta-Cirebon sepanjang 220 kilo meter, Berebes-Tegal. 12 kilo meter, Tegal-Pekalongan 63 kilo meter.

Untuk ruas Cirebon-Berebes juga akan dibangun jembatan sebanyak 21 jembatan, Pekalongan-Semarang 41, Semarang-Bojonegoro-42 jembatan. Bojonegoro-Surabaya sebanyak 19 jembatan. “Pembangunan jembatan ini tidak bisa dihindari, karena kita. Memiliki struktur tanah yang berbeda,”ujarnya.

LINTAS SELATAN
Selain lintas Utara Jawa, infrastruktur angkutan massal ini juga dijembangkan ke lintas selatan. Yaitu segmen Cirebon-Kroya sepanjang 158 kilo meter. Dari ruas itu menurut Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, TUndjung Inderawan yang sudah jalur ganda adalah Prupuk-Purwokerto sepanjang 56 kilo meter.

Sedangkan segmen tiga Purwokerto-Kroya masih single track. “Sisanya terus dikerjakan, diantaranya Prupuk-Larangan sepanjang 17 kilo meter badan jalan sudah selesai, dan tahun 2012 ini dilakukan pemasangan rel ganda..
Menurut Tundjung, untuk lintas Selatan, terutama pada segmen satu antara Cirebon-Prupuk, selain menggunakan dana APBN juga menunggu bantuan pinjama lunak Jepang. “Sambil menunggu cairnya dana pinjaman, kami menggunakan APBN,pada sebagian proyek,”kata dia.

Menyinggung soal dana tambahan yang bersumber dari PBNP Rp1,47 triliun, kata Tundjung akan mempercepat pengerjaan. Sampai akhir tahun diperkirakan bisa mencapaii 60 persen sehingga pada November 2013 akan selesai.
Dari tambahan Rp1,47 triliun itu, Rp1,2 triliun akan digunakan untuk satuan kerja (satker)Semarang-Bojonegoro, sisanya untuk dua satker lainnya yakni Cirebon-Brebes dan Pekalongan-Semarang.

Untuk Satker Semarang-Bojonegoro, kata Tundjung, sudah mulai terlihat ada pengerjaan di lapangan, kontrak konstruksi sudah dilakukan dua minggu lalu. Namun, perlu ada tambahan peralatan dan regu pekerja karena sulitnya kondisi di lapangan dengan target harus selesai dalam dua tahun.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Haryanto mengatakan meski ada tambahan dana Rp1,47 triliun dari APBN-P, masih kurang untuk menyelesaikan proyek jalur ganda KA lintas Utara Jawa pada tahun ini.(Mabruri)

loading...