Angkasa Pura 2

PT Angkasa Pura II & Air Services Australia Bekerjasama Keselamatan Transportasi

BandaraSenin, 14 Mei 2012
bandara soekarno - hatta

TANGERANG (Berita Trans) – PT Angkasa Pura (AP) II bekerjasama program pertukaran personel atau Staff Exchange untuk personel Pengatur Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller/ATC) dan Teknik Air Traffic Services (ATS) dengan Air Services Australia (ASA). Aksi ini merupakan bagian dari program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP), yaitu kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Australia dalam mengatur dan mempromosikan keselamatan transportasi sesuai dengan standar internasional.

”Program staff exchange ini adalah program pertukaran ilmu dan sharing informasi kita dengan ASA. Ini adalah proyek tahap kedua dari sembilan project ITSAP yang melibatkan Angkasa Pura II. Dalam program kali ini, yang dilibatkan untuk pertukaran adalah para personel ATC dan Teknik ATS Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Hari Cahyono, Senin, 14 Mei 2012.

Program ini diawali dengan kunjungan personel ATC dan Teknik ATS Australia ke Bandara Soekarno-Hatta pada 14-18 Mei 2012. Personel AP II akan melakukan hal serupa di Australia pada 11-15 Juni 2012. ”Jadi, kegiatannya sudah dimulai sejak hari ini,” imbuhnya.

Hari Cahyono memaparkan, program tersebut sejalan dengan program Angkasa Pura II, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dalam rangka mengembangkan kualitas sumberdaya manusia (SDM). ”Tidak hanya di jajaran ATS, program pengembangan SDM ini juga dilakukan di semua lini agar kami bisa secara terus menerus mengembangkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara, dalam menyongsong perusahaan ini menjadi world class company,” tegasnya.

Menurutnya, ada empat target utama yang ingin dicapai dari program pertukaran ini. Tujuan pertama adalah peningkatan hubungan baik antarpersonel ATC dan Teknik Indonesia dengan ATC dan Teknik Australia, khususnya dalam hal pengaturan lalu lintas udara di wilayah Jakarta Area Control Center (ACC) dan Melbourne Center sehingga dapat menciptakan pelayanan lalu lintas penerbangan yang aman, nyaman dan lancar.

Target selanjutnya adalah menambah wawasan dan saling pengertian dalam perbedaan-perbedaan lingkungan atau ruang lingkup operasional, saling mengerti dan memahami budaya kerja ATS di kedua negara, serta dapat saling mendiskusikan mengenai hal-hal terkait operasional dan teknokal yang terjadi di di kedua wilayah udara (Flight Information Region/FIR).

PT Angkasa Pura II merupakan BUMN pengelola 12 bandar udara utama di kawasan Indonesia bagian barat, yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Polonia (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badarudin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Sultan Thaha (Jambi), serta Depati Amir (Pangkal Pinang). Selain itu, PT Angkasa Pura II juga melayani jasa pemanduan lalu lintas udara (Air Traffic Services) untuk penerbangan di wilayah udara (Flight Information Region/FIR) Jakarta.

ITSAP

Program ITSAP dimulai sejak 31 Januari 2008 di Jakarta, yaitu pada saat Menteri Perhubungan RI dan Menteri Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Daerah dan Pemerintah Lokal Australia menandatangani MOU tentang Kerjasama Sektor Transportasi, yang memuat Paket Bantuan Keselamatan Transportasi dari Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia atau Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP).

ITSAP tahap I secara resmi telah ditutup pada Pertemuan ITSAP Project Review Group (PRG) ke-7 pada tanggal 23 Juni 2010 di Jakarta. Pada Desember 2010, Menteri Perhubungan kedua negara telah menandatangani bagian lampiran pada MOU ITSAP tersebut sebagai dasar hukum untuk perpanjangan Program ITSAP tahap II untuk empat tahun ke depan.

Tujuan proyek ITSAP adalah memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kerjasama untuk membangun kemampuan manajemen keselamatan transportasi di Indonesia, khususnya di sektor udara dan laut yang meliputi bantuan teknis, pembangunan kapasitas dan peningkatan standar dan prosedur pemerintahan.(ffw)

loading...