Angkasa Pura 2

Selidiki Korupsi Pelabuhan Petugas KPK Menyelam ke Dasar Laut

DermagaRabu, 16 Mei 2012
Pimpinan KPK

CILEGON (Berita Trans) – Untuk mengusut kasus korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menggeledah kantor seperti terjadi selama ini. Untuk kasus korupsi Pelabuhan Kubangsari,Cilegon, Banten, petugas KPK harus menyelam untuk memeriksa tiang pancang.

Untuk mempertajam penyelidikan Kasus korupsi menyeret mantan Walikota Cilegon, Tb Aat Syafa’at itu, tujuh petugas KPK didampingi oleh tim penyelam dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelam ke dasar laut, kemarin. Mereka dikawal aparat Kepolisian Resort Cilegon (Polres) Cilegon.

Mereka memeriksa pemasangan selimut beton dan lapisan anti karat di 170 tiang pancang. Infonya, petugas menemukan sejumlah tiang yang tidak dipasangi selimut beton dan lapisan anti karat.

Kasus itu terkait tukar guling lahan untuk pembangunan pabrik Krakatau Posco dan Pelabuhan Kota Cilegon antara Pemerintah Kota Cilegon dengan PT Krakatau Steel tahun 2004-2005. Dalam pelaksanaan kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dengan PT Krakatau Steel ini, disepakati pertukaran lahan tahan yang sebelumnya diklaim kepemilikannya oleh kedua belah pihak.

Dermaga pelabuhan tersebut memiliki lebar 50 meter dengan sandaran kapal sepanjang 310 meter dan luas 310 meter. Dermaga dibangun untuk kapal berbobot maksimal 30 ribu dwt.
Aat Syafa’at dijadikan tersangka karena diduga menerima suap dan menyalahgunakan wewenang dalam pembangunan dermaga itu sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 11 miliar.

Sebelumnya, KPK memanggil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Ricard Joost Lino dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Fawzar Bujang. Keduanya diperiksa sebagai saksi.(aw).

loading...