Angkasa Pura 2

Ada 618 Perlintasan Liar Kereta Api Bahayakan Jiwa

EmplasemenKamis, 31 Mei 2012
perlintasan kereta

JAKARTA (Berita Trans) – Ada 618 perlintasan liar kereta api di Jawa dan Sumatera. Perlintasan yang dibangun masyarakat tersebut membutuhkan dana miliaran rupiah untuk menutupnya.

Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengemukakan di wilayah kerja sembilan daerah operasi (daop) PT Kereta Api Indonesia (KAI) terdapat 410 perlintasan liar. Sedangkan di Sumatera terdapat 208 perlintasan liar KA.

Khusus Daop I, terdapat 114 perlintasan liar yang terbentang dari Jakarta, Cikampek, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Rangkasbitung hingga Merak. Untuk menutup satu perlintasan liar dibutuhkan dana Rp15 juta. Karenanya, Daop I mesti menyediakan dana Rp2,16 miliar untuk menutup seluruh perlintasan liar.

Perlintasan liar itu dibangun oleh masyarakat, bahkan pengembang, dengan tujuan menjadi jalan singkat untuk mobilitas. Perlintasan ini amat membahayakan kereta api dan pelintas. “Juga melanggar Undang-Undang Perkeretaapian,” jelasnya, kemarin.

SOSIALISASI
Untuk menutup perlintasan tersebut, Tundjung mengemukakan bukan persoalan mudah. Selain biaya, juga akan berbenturan dengan kepentingan masyarakat. “Aspek sosial ini bisa direduksi melalui sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat bahwa perlintasan liar itu sangat membahayakan jiwa,” cetusnya.

Secara terpisah, Senior Manager Security Daop I PT KAI, Akhmad Sujadi, mengatakan perlintasan liar KA di Patal Senayan ditutup sejak Rabu (30/5/2012). Di sana terdapat 194 perjalanan kereta yang beroperasi selama 24 jam. Yakni 70% kereta rel listrik (KRL), sisanya kereta lokal Rangkas Bitung, kereta barang, kereta peti kemas pengangkut baja.(aw).

loading...