Angkasa Pura 2

Kualitas Pelayanan Bus Bandara Hongkong Dikalahkan Bus DAMRI Bandara

KoridorKamis, 7 Juni 2012
bushongkong2

HONGKONG (Berita Trans) – Naik bus bandara di Hongkong ternyata begitu mahal. Padahal fasilitas yang diberikan kepada konsumen relatif tak begitu nyaman, beda betul dengan dengan Bus Bandara DAMRI, yang tarifnya jauh lebih murah.

Ada tiga operator mengoperasikan bus tersebut yakni Citybus, Long Win dan New Lantao. Armada yang dioperasikan merupakan bus tingkat. Jarak yang ditempuh sekitar puluhan kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Untuk bus A10 rute Ap Lei Chau – Bandara Hongkong, yang dioperasikan Citybus, mengenakan tarif 48 dolar Hongkong atau sekitar Rp62.400 (dengan kurs Rp1.300/dolar Hongkong). Sedangkan bus A12 rute Siu Sai Wan (Island Resort) 45 dolar Hongkong atau sekitar Rp58.500.

Berita Trans yang ikut menikmati pelayanan bus tersebut dari kawasan Tsim Sha Tsui (Star Ferry) naik bus N21A, harus membayar ongkos 33 dolar atau sekitar Rp42.900. Layanan yang dinikmati berupa AC cenderung hangat (padahal matahari sedang terik), tanpa hordeng, kursi tak bisa digerakkan alias tak reclining seat, dan jok tak empuk.

Interiornya tak enak dipandang karena banyak tempelan stiker peringatan dari pemerintah, antara lain denda 5.000 dolar Hongkong kalau merokok, dan denda 1.000 dolar Hongkong bila membuang sampah sembarangan. Juga stiker dilarang makan dan minum.

‘Kejamnya’ lagi, sopir tak ramah sama sekali kepada penumpang. Tak memberitahukan soal terminal keberangkatan atau kedatangan pesawat. Padahal di Bandara Hongkong terdapat dua terminal yang jaraknya lumayan jauh, yang cukup bikin kaki pegal bila berjalan menyusuri.

Beda jauh dengan bus DAMRI yang beroperasi rute Bandara Soekarno – Hatta. Tarifnya murah, untuk Bekasi – Bandara, yang melewati tiga provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, hanya Rp30.000. Selain interior mewah dan ber-AC dingin, juga kursi dapat digerakkan dan jok empuk, serta sopir ramah. Awak bus segera memberitahu terminal kedatangan dan keberangkatan pesawat bila bus hendak tiba di terminal bersangkutan.

CAPTAIN
Hanya saja memang sopir bus Bandara Hongkong tergolong amat taat peraturan berlalulintas. Walaupun jalan raya sepi, mereka tak berani injak gas agar ngebut, juga tetap berjalan di jalur lambat. Hebatnya lagi, sopir disebut Captain, seperti nahkoda kapal atau pilot pesawat.

Operator bus di Indonesia tampaknya patut mengubah sebutan untuk sopir angkutan umum ini dari sopir menjadi Captain. Selain lebih gagah, juga gengsi profesi sopir, eh Captain, bisa lebih bagus lagi.(agus w).

loading...