Angkasa Pura 2

Merpati Jajaki Pembelian 20 Unit Cassa dari PT DI

KokpitMinggu, 24 Juni 2012
Merpati

JAKARTA (BeritaTrans) – PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) saat ini tengah menjajaki pembelian 20 unit pesawat berbadan ringgan jenis Cassa dengan total investasi sebesar USD200 juta yang dirakit oleh pabrikan pesawat PT Dirgantara Indonesia (DI) bersama perusahaan asal Eropa.

Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Rudy Setyopurnomo mengatakan, pesawat ini mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi, karena telah dimodifikasi dibandingkan jenis Cassa sebelumnya. Hal ini terlihat dari penggunaan bahan bakar yang lebih irit, dengan dibuangnya pintu pemberat di bagian belakang pesawat.
“Kami telah ditawarkan PT Dirgantara Indonesia untuk 20 unit Cassa terbaru yang satu unitnya berharga US$10 juta, pesawat ini lebih efisien karena lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar,” kata Rudy di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, pembelian pesawat Cassa tersebut nantinya akan berasal dari kas perseroan dan juga pinjaman perbankan. Meskipun masih belum mau menyebut bank yang berminat memberi pinjaman, namun Rudy optimis dengan menyiapkan jaringan pasar penerbangan yang baik, akan banyak bank yang menawarkan kepada perusahaannya.

“Jika ada pasar penumpang pasti ada pendanaannya, saat ini kami telah menutup 10 rute yang sepi penumpang dari 120 rute yang dilayani Merpati, diantaranya Jakarta-Bandung dan Jakarta-Pangkal Pinang, kita rencananya akan membuka rute baru lain yang lebih besar potensi pasarnya seperti ke Raja Ampat dan Wakatobi di Papua,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rudy, perseroannya merencanakan akan menambah secara bertahap pesawat jenis Cassa terbaru itu pada satu hingga dua tahun mendatang sambil menunggu pembuatan pesawat itu selesai. Dia juga menargetkan pada saat itu keterisian penumpang (load factor) Merpati telah mencapai 90% dari yang saat ini rata-rata 60%.

Dia menjelaskan pesawat Cassa ini untuk melayani rute-rute penerbangan di 420 kabupaten di Indonesia, sehingga masih dibutuhkan 50-100 unit pesawat Cassa yang harus dipenuhi maskapai maupun regulator. Rudy menyatakan rute yang masih berpotensi memilik pangsa pasar besar yaitu di bagian Indonesia Timur seperti Sorong dan Marauke di Papua.

“Kami optimis dengan penataan internal perusahaan, dalam enam bulan kedepan akan memperoleh keuntungan lebih besar, target kami akan menumbuhkan margin 15% dari 6% yang ada saat ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, dia juga mengakui dengan kepemimpinan yang baru ini, Merpati dapat mengantongi keuntungan Rp500 juta perharinya. Dengan demikian, lanjutnya, hingga akhir tahun perseroannya menargetkan dapat memperoleh pendapatan operasi Rp2-3 triliun dengan margin usaha sebesar 15%.

Sementara itu, Vice President Public Relation Merpati Nusantara Airlines Sudiyarto mengatakan Merpati menargetkan load factor pada musim liburan (peak season) ini mencapai 100% atau kenaikan sebesar 10% bila dibandingkan target perseroan. Sedangkan, untuk target jumlah penumpang, Merpati menargetkan kenaikan 10-15% bila dibandingkan tahun lalu. “Target keterisian penumpang 90%, sekarang baru tercapai 88-89%, tentunya dengan peak season, harapannya 100%,” kata Sudiyarto.

Dia menjelaskan Merpati Nusantara Airlines akan mengoperasikan dua unit tambahan pesawat jenis Boeing 737-300 dan Boeing 737-400. Keduanya dialokasikan untuk penambahan frekuensi penerbangan perseroan, baik itu bagi Indonesia Bagian Barat dan Timur. “Ketika masuk musim Lebaran, dua pesawat ini sudah selesai masa perawatannya,” ungkapnya. (ali)

loading...