Angkasa Pura 2

Pengusaha Optimistis Beyond Cabotage Terwujud Tahun Ini

DermagaSelasa, 26 Juni 2012
Kapal Offshore

Sejumlah perusahaan pelayaran optimis program beyond cabotage, untuk kegiatan pendukung lepas pantai atau offshore dapat direalisasikan pada akhir tahun ini sesuai batas waktu yang telah ditetapkan pemerintah sesuai Permenhub No.48/2011. Bahkan pada Januari 2013 seluruh kapal-kapal produksi di sector offshore, diyakini telah menggunakan bendera merah putih dan awak dari dalam negeri.

Komisaris Utama PT Wintermar Offshore Marine,Tbk, Johnson William Sutjipto mengatakan, kapal-kapal pendukung di sektor produksi seperti Diving Support Vessels (DSV), Platform supply vessel dan Anchor handling tug supply vessel di atas 500 BHP telah siap. Bahkan pihak BP Migas, diakuinya telah memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah tersebut, dengan membuka kontrak jangka panjang kepada pelayaran nasional.

Dia menyebutkan seperti kontrak untuk lima tahun kerja, sehingga pelayaran nasional dapat membangun kapalnya sendiri. Karena investasi kapal produksi di sector offshore cukup mahal, dan sulit dilakukan bila tidak adanya jaminan pekerjaan dari BP Migas.

“Kalau untuk kapal produksi di lepas pantai sudah bisa diatasi sampai akhir tahun. Karena pihak BP Migas juga sudah sangat mendukung program itu. Sehingga sampai batas waktu yang ditentukan, yaitu Desember 2012, kebutuhan itu sudah bisa dipenuhi,” kata Johnson, Selasa (26/6) di Jakarta.

Menurut Johnson, sesuai Permenhub 48/2011, persiapannya dilakukan secara bertahap. Untuk kapal produksi, yang diberikan batas waktu Desember tahun ini, diyakini terealisasi bahkan terlampaui. Sedangkan kapal-kapal seperti Jack Rig Up, Semi Submersible rig, Deep Water Dril Ship, tender assist rig dan swamp barge rig diberi batas waktu hingga 2015.

“Sebab kapal-kapal khusus pengoboran di laut dalam ini nilai investasinya cukup mahal,” kata Johnson.
Dirut PT Wintermar Offshore Marine, Tbk Sugiman Layanto mengatakan, untuk mendukung kegiatan bisnis lepas pantai, perseroan telah mengalokasikan anggaran belanja senilai 80 juta dolar AS. Investasi yang digulirkan pada semester dua tahun 2012 ini, diantaranya untuk pembelian 10 unit kapal.

“Kami memang sudah memasukan program pengadaan armada baru, dan ini dimulai pada semester dua. Kalau lancar kami akan membeli sebanyak 10 kapal,”kata Sugiman.

Dia optimis, secara operasional pendapatan usaha perseroan akan meningkat, terlebih makin banyaknya kapal-kapal milik sendiri disbanding kapal sewa. Dia menyebut, untuk kapal milik sendiri, telah menghasilkan marjin usaha sebesar 40 persen. Sayangnya, Sugiman tidak menyebutkan secara rinci total pendapatan usaha.

“Pertumbuhannya jauh lebih baik, untuk kapal milik sendiri kami peroleh marjin 40 persen,” katanya. (ali)

loading...