Angkasa Pura 2

Kereta Api Butuh 2000 Masinis dan Asisten Masinis

EmplasemenRabu, 27 Juni 2012
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

JAKARTA (Berita Trans) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membutuhkan 2.000 awak sarana perkeretaapian yang terdiri dari masinis dan asisten masinis, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian tersebut untuk mengantisipasi bertambahnya armada kereta api.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tunjung Inderawan mengatakan, tahun ini pemerintah akan melakukan penambahan kereta api sebanyak 160 kereta api rel listrik (KRL) untuk kebutuhan transportasi kereta api Jabodetabek dan sebanyak 50 rangkaian kereta K3 ekonomi AC untuk dapat memenuhi kebutuhan layanan transportasi menggunakan kereta api jarak dekat dan jarak jauh.

“Dalam jarak tertentu pada satu perjalanan kereta api dibutuhkan dua orang SDM yaitu masinis dan asisten masinis, untuk mengantisipasi penambahan armada kereta api maka dibutuhkan sedikitnya 2.000 orang awak sarana perkeretaapian,” kata Tunjung usai menghadiri pembukaan pelaksanaan pengujian awak sarana perkeretaapian di Jakarta, kemarin.

Selain penambahan armada kereta api, lanjut Tunjung, pengurangan jam kerja masinis dari delapan jam menjadi empat jam perhari juga menjadi penyebab kebutuhan awak sarana perkeretaapian. Dia juga menyebutkan, setiap tahunnya terdapat pengurangan SDM perkeretaapian karena masa pensiun.

“Sejak kejadian kecelakaan kereta api di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, pada akhir 2010 lalu, jam kerja masinis dan asiseten masinis dikurangi dari delapan menjadi empat jam, ini tentu membutuhkan penambahan awak sarana perkeretaapian,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini jumlah masinis dan asisten masinis yang bekerja di PT Kereta Api Indonesia berjumlah 3.000 orang lebih. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan awak sarana perkeretapian dibutuhkan 2.000 SDM yang berasal dari sekolah masinis di Balai Pelatihan Tehnik Perkeretaapian (BPTP) di Bekasi.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan untuk meningkatkan kompetensi awak sarana perkeretaapian, sebanyak 670 orang SDM yang terdiri dari 331 calon masinis dan 339 calon asisten masinis, melakukan uji tes kemampuan pemahaman teori maupun praktek dibidang perkeretaapian.

Pelaksanaan pegunjian ini, kata dia, dalam rangka menjalankan amanah Undang-Undang (UU) No 23 / 2007 tentang Perkeretaapian khususnya tertera di pasal 116 dan dilakukan secara bertahap. Ditjen Perkeretaapian menurut dia menyiapkan ahli di bidang perkeretaapian sebanyak 12 Penguji dan penguji di lingkungan Ditjen Perkeretaapian sebanyak delapan orang.

“Terhadap masinis dilakukan penyegaran atau uprgading setiap dua tahun sekali dan masa berlaku sertifikat selama empat tahun sehingga dapat terpantau kualitas kerja dari masing-masing awak sarana kereta api ini,” kata Hermanto.

Untuk pelaksanaan pengujian ini, seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 sehingga seluruh peserta tidak lagi dipungut biaya sedikit pun selama mengikuti pengujian tersebut.

Saat ini awak sarana perkeretaapian yang telah diberikan Sertifikat Kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian sebanyak 3.776 dengan rincian sertifikat kecakapan awak saranan perkeretaapian pertama (asisten masinis) sebanyak 2.745 orang dan sertifikat kecakapan awak saranan perkeretaapian muda (Masinis) sebanyak 1.031 orang. (ali)

loading...