Angkasa Pura 2

KPI Harus Bantu Tingkatkan Kualitas SDM Pelayaran

SDMSabtu, 30 Juni 2012
Bobby R Mamahit

JAKARTA (Berita Trans) – Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) sebagai wadah organisasi para awak pelaut harus turut serta dalam upaya peningkatan kualitas para awak kapal.

“Bahkan seharusnya KPI juga memiliki simulator-simulator untuk latihan para pelaut, termasuk juga untuk meningkatkan kompetensi mereka,” kata Kepala Badan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R Mamahit kepada Berita Trans di Jakarta.

Menurut Bobby, lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan BPSDM Kementerian Perhubungan telah menghasilkan rata-rata 750 perwira pelaut. Meskipun demikian, kebutuhan pelaut, khususnya perwira di dalam negeri selalu kurang. Salah satu peneyebabnya, kata Bobby, para perwira tersebut lebih senang bekerja di perusahaan-perusahaan pelayaran asing.

“Akibatnya, kebutuhan di dalam negeri tidak pernah terpenuhi,” kata Bobby.

Untuk itu, Bobby juga berharap agar KPI turut membantu mengupayakan agar perwira-perwira pelaut tersebut bersedia bekerja di kapal-kapal dalam negeri.

“Sebetulnya bekerja di perusahaan pelayaran asing itu hak mereka, apalagi kompensasi atua gaji yang diberikan lebih besar ketimbang perusahaan pelayaran dalam negeri,” ujarnya.

Bobby juga meminta agar KPI bisa turut meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan kepelautan, terutama lembaga pendidikan swasta yang tidak bermutu dan belum memenuhi standar yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan.

“Salah satu caranya bisa dengan menyediakan simulator yang bisa dimanfaatkan atau disewa oleh sekolah-sekolah yang belum memilikinya,” kata Bobby.

Menurut Bobby, bila KPI sungguh-sungguh, sebetulnya bisa melakukan hal itu. Pasalnya, anggota KPI telah mencapai puluhan ribu orang.

“Selama ini kan KPI memungut iuran keanggotaan kepada mereka. Nah iuran anggota itulah yang bisa dimanfaatkan oleh KPI untuk membeli simulator atau alat-alat lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan para pelaut,” tegas Bobby.

Bobby mengaku, meskipun selama ini belum pernah tahu berapa besar iuran anggota KPI, tetapi dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan ribu orang, dia bisa membayangkan bahwa uang yang terkumpul dari iuran anggota itu jumlahnya sangat besar. (ali)

loading...
  • yudi

    Iuran KPI selama ini tidak pernah dikelola secara transparan peruntukannya…pelaut tdk ada jaminan sosialnya seperti pekerja darat..