Angkasa Pura 2

Angkasa Pura II Perpanjang Operasional 4 Bandara Hingga Pk. 24.00

BandaraSelasa, 3 Juli 2012
minangkabau

TANGERANG (Berita Trans) – Terhitung sejak 1 Juli 2012, PT Angkasa Pura II memperpanjang jam operasional empat bandara hingga pukul 24.00. Bandara tersebut adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Palembang, Sultan Syarif Kasim II (SSK II), Pekanbaru, Supadio, Pontianak, dan Minangkabau, Padang.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi menjelaskan, sebelumnya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II dan Minangkabau hanya dibuka untuk penerbangan terakhir pada pukul 21.00 WIB, sedangkan Bandara Supadio hingga pukul 18.00 WIB.

”Sekarang semuanya beroperasi sejak pukul 06.00-24.00 WIB, atau selama 18 jam. Ini tentunya akan lebih memberikan keleluasaan bagi calon penumpang dalam mengatur waktu penerbangannya,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Senin, 1 Juli 2012.

Kebijakan melakukan perpanjangan jam operasional, imbuh Trisno, merupakan salah satu upaya Angkasa Pura II untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. Hal tersebut mengingat pada kurun beberapaa tahun ini jumlah penerbangan di keempat bandara itu terus
mengalami peningkatan yang signifikan.

Penambahan jam operasional terhadap bandara di Palembang, Pekanbaru, Pontianak, maupun Padang,telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan selaku regulator. Selain itu, telah disesuaikan pula dengan rekomendasi yang diberikan Air Traffic Services (ATS), serta rencana ekspansi oleh maskapai.

Maskapai penerbangan nasional saat ini mengalami pertumbuhan cukup pesat. Hal itu ditandai dengan dilakukannya penambahan jumlah armada oleh sejumlah maskapai, baik untuk kebutuhan membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan dengan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara tujuan asal penerbangan (origin destination) terbesar.

“Secara otomatis, slot time penerbangan dari Soekarno-Hatta yang waktu operasionalnya dibuka nonstop selama 24 jam pun harus ditambah,” jelasnya.

Akan tetapi, penambahan slot time di Soekarno-Hatta yang sudah cukup padat saat ini, hanya bisa dilakukan di atas pukul 20.00 WIB. Karenanya, bandara lain yang terhubung harus menambah jam operasionalnya agar dapat mendukung Bandara Soekarno-Hatta untuk meredistribusi slot time untuk mengurangi kepadatan jadwal penerbangan pada jam-jam tertentu.

Atas dasar itu, dia menegaskan,perpanjangan jam operasional di keempat bandara memang sudah
semestinya dilakukan agar dapat memberikan pelayanan maksimal. ”Jika
tidak, pastinya maskapai tidak akan dapat dilayani,” jelasnya.

Sebagai contoh, Trisno menambahkan, pada musim liburan sekolah dan menjelang masa pelaksanaan Angkutan Lebaran 2012, sejumlah maskapai baik nasional maupun asing mengajukan cukup banyak permohonan penambahan frekuensi penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.

”Lebih dari 40 permohonan extra flight masuk ke Soekarno-Hatta untuk musim liburan sekolah, dengan masa terbang akhir Juni hingga akhir Juli. Kota-kota tujuan terbanyak adalah Kendari, Ujung Pandang serta Denpasar,” jelasnya.

100 EXTRA FLIGHT
Sementara permintaan extra flight untuk masa Angkutan Lebaran yang diprediksi jatuh pada Bulan Agustus 2012, telah mencapai lebih dari 100 permohonan yang didominasi maskapai penerbangan asing untuk rute penerbangan internasional.

Maskapai tersebut antara lain Qantas Airways sebanyak 2 flights, Singapore Airlines (20 flights), Tiger Air (10 flights), Korean Air (2 flights), Value Air (6 flights), China Southern (8 flights), serta Cathay Pacific (27 flights).

”Untuk maskapai nasional, permintaan extra flights Lebaran saat ini masih didominasi Garuda Indonesia dengan 46 flights tujuan Padang, Jogjakarta, Denpasar dan Singapura. Ada kemungkinan akan ada peningkatan nantinya,” paparnya.

Menurut Trisno, Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 51,5 juta pergerakan penumpang sepanjang tahun 2011, selama ini menjadi kontributor tertinggi pergerakan penumpang menuju Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Padang, maupun kota-kota besar lain di Indonesia.

Namun untuk saat ini, Angkasa Pura II baru menerapkan perpanjangan jam operasional terhadap empat bandara di kota yang disebutkannya itu. Penyesuaian pada bandara lain, menurutnya, akan dilakukan mengikuti tren pertumbuhan serta kesiapan infrastruktur bandara terkait yang antara lain meliputi ketersediaan kapasitas terminal, apron, serta sumberdaya manusia.

”Secara infrastruktur, keempat bandara yang kita tambah jam operasionalnya telah siap. Pengembangan kapasitas, khususnya terminal penumpang di Palembang, Pontianak dan Pekanbaru, sudah masuk tahap penyelesaian. Untuk Bandara Minangkabau, pengembangannya sudah diselesaikan sejak tahun 2011 lalu,” paparnya.

Selain keempat bandara tersebut, sebelumnya Angkasa Pura II telah membuka pelayanan jam operasional selama 24 jam terhadap pada tiga bandara lain, yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, serta Bandara Polonia di Medan.(agus)

loading...