Angkasa Pura 2

ASDP Merak Kewalahan Hadapi Liburan Sekolah

DermagaRabu, 4 Juli 2012
Antrean Truk

PT ASDP Indonesia Ferry Merak terlihat kewalahan menghadapi lonjakan jumlah penumpang saat liburan sekolah kali ini. Hal itu terlihat dari semakin mengularnya antrean truk angkutan barang yang menunggu untuk menyebrang ke Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Penumpukan truk angkutan barang yang terjadi Rabu (4/7) ini bahkan lebih parah dari antrean sebelumnya. Bahkan antrean truk di Tol Tangerang-Merak mencapai 13 km atau nyaris berada di gerbang Tol Cilegon Timur.
Akibat antrean panjang ini, pihak Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola tol tersebut, terpaksa menutup akses keluar tol Cilegon Barat dan mengalihkan kendaraan kecil dari arah Tangerang keluar dari pintu tol Cilegon Timur.

Yuni, Staf Pelayanan PT MMS di Tol Cilegon Barat mengatakan,Tol Cilegon Barat atas perintah supervisor ditutup sejak pukul 05:30 WIB. “Tol Cilegon Barat ditutup sejak pukul 05:30 wib atas perintah supervisor, dan antrean ini memang sudah lama,” ujarnya kepada wartawan.

Darwis, asal Palembang mengatakan, dirinya sudah berada di Tol Cilegon Barat sejak pukul 6 pagi tadi. Tapi hingga siang ini belum juga keluar tol. “Saya disini sejak pukul 6 tapi sampai sekarang belum juga keluar tol. Kabarnya ada penambahan armada kapal, tapi masih antri begini,” Darwis mengeluh.

Supir yang mengangkut barang kelontongan ini malah menuding pimpinan ASDP Merak yang baru malah tidak bisa mengatasi arus penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheuni. “Janjinya semua dermaga dan kapal siap beroperasi menghadapi libur sekolah dan jelang puasa. Kenyataannya antriannya malah lebih parah,” ungkap Darwis kesal.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Christine Hutabarat mengatakan, antrean ini disebabkan melonjaknya kendaraan pribadi masa liburan sekolah yang bersamaan waktunya dengan persiapan logistik pangan menjelang bulan puasa Ramadhan di pulau Jawa-Bakauheni. Selain itu, sebagian besar masyarakat Indonesia juga melakukan tradisi “nyekar” sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

“Meningkatnya jumlah kendaraan tersebut tidak sebanding dengan jumlah armada yang siap operasi,” ujar Christine.

“Kami memprioritaskan penyeberangan kendaraan pribadi, bus penumpang dan truk sembako dengan sistem First In First Out, didukung dengan bantuan dari kepolisian setempat. Sementara untuk truk container dan hasil industri, kami himbau untuk menyeberang melalui pelabuhan-pelabuhan umum,” sambung Christine. (har)

loading...