Angkasa Pura 2

PT Angkasa Pura I Optimistis Pendapatan dan Laba di Atas Target

BandaraRabu, 4 Juli 2012
angkasapura1-1

JAKARTA (Berita Trans) – Manajemen PT Angkasa Pura I optimistis dapat meraih pendapatan dan laba tahun ini di atas target. Optimisme itu berbasis dari fakta pendapatan dan laba Januari – Mei 2012 di atas rencana kerja dan anggaran (RKA) korporasi.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I Gunawan Agus Subrata mengemukakan optimisme itu juga terbangun karena terus meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan kepada pengguna jasa. Karenanya, pendapatan tahun ini diproyeksi tumbuh 20 persen yakni dari Rp 3 triliun tahun lalu menjadi Rp3,6 triliun.

Pendapatan tersebut terus diperkirakan akan tetap bersumber terbesar dari Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau passanger service charge (PSC). “Sekitar Rp1,37 triliun pendapatan dari PJP2U,” jelasnya.

Sedangkan target laba operasional tahun ini Rp634 miliar. Kalau dengan biaya bunga, provisi kredit dan lain-lain seperti kewajiban kepada utang-utang sebelumnya menjadi Rp550 miliar. “Itu belum terkena PPh badan sebesar Rp25 persen,” ungkap Gunawan Agus Subrata, kemarin.

KONTRIBUSI KE PEMERINTAH
Mengenai kontribusi kepada pemerintah, dia menjelaskan perusahaan di bawah kepemimpinan Tommy Soetomo pada tahun 2011 menyetor pajak Rp337 miliar. Angka itu akan semakin gemuk kalau ditambah dengan deviden yang ketentuannya 30 persen dari laba.

Dalam konteks corporate social responsibilty, dia mengutarakan untuk tahun ini ditargetkan penyaluran bina lingkungan melalui mekanisme BUMN peduli Rp4,278 miliar dan lewat skema pembinaan Rp11,506 miliar sehingga total Rp15,784 miliar. Sedangkan penyaluran bantuan untuk usaha kecil berupa pinjaman Rp24,975 miliar dan hibah Rp4,035 miliar atau total Rp29,010 miliar.

INVESTASI
Dia mengutarakan manajemen begitu gencar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan. Peningkatan pelayanan itu berupa sejak tahun 2012 hingga tahun 2013, dianggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp6 triliun.

Investasi itu antara lain untuk program akselerasi pembangunan terminal di bandara di Denpasar, Balikpapan dan Terminal 2 Surabaya, dengan total investasi sekitar Rp 4,6 triliun. Selain itu, pada tahun 2012 dimulai juga pengembangan terminal di bandara di Semarang dan Banjarmasin dengan investasi sekitar Rp 1 triliun.

Tak hanya pengembangan terminal-terminal dan fokus terhadap pengembangan layanan, manajemen juga menggeber pelatihan dan pendidikan SDM. “Seperti Pak Dirut (Tommy Soetomo, red) katakan bahwa investasi ini selain sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa, juga bagian dari perjuangan kami agar seluruh bandara yang dikelola menjadi world class airport,” tegasnya.(aw).