Angkasa Pura 2

Kementerian Perhubungan Stop Sementara Latihan Terbang AeroFlyer Institute

SDMKamis, 5 Juli 2012
aeroflyer

JAKARTA (Berita Trans) – Kementerian Perhubungan melarang untuk sementara operasional program latihan terbang PT Aero Flyer Institute. Penghentian itu hingga diketahui penyebab kecelakaan pesawat Cessna 172 dalam investigasi yang dilakukan oleh pihak KNKT dan Ditjen Perhubungan Udara.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengemukakan tindakan tersebut diambil sebagai langkah lanjut menyusul peristiwa kecelakaan pesawat Cessna 172 di Bandara Cakrabuana, Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/7/2012).

Dia menjelaskan Ditjen Perhubungan Udara telah mengirimkan 2 inspektur untuk menuju lokasi musibah dan akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. “Kita tunggu saja proses dan hasil penyelidikannya,” ungkap Bambang, kemarin..

Pesawat Cessna 172 registrasi PK-HAL milik PT AeroFlyer Institute kecelakaan (accident) di Bandara Cakrabuana, Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/7). Pesawat itu jatuh saat approach runway 04 Bandara Cakrabuana, Cirebon dari training area Losari di Long Final Runway 04, Desa Sukandana, Kampung Patapan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sekitar pukul 15.00 WIB.

Tiga orang awak pesawat menjadi korban kecelakaan tersebut yaitu Capt. Heru Fahrudin (Flight Instructor), Nurfatri Fatimah(siswi penerbang), dan Rara Paramitha (siswi penerbang). Instruktur penerbang Capt. Heru Fahrudin dilaporkan meninggal dunia dan jenazahnya telah diterbangkan ke kampung halamannya di Surabaya, Selasa (3/7).

Sedangkan korban lainnya, yaitu Nurfitri Fatimah mengalami patah tulang pada bagian paha kanan dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Kuningan dan Rara Paramitha mengalami luka ringan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Wijaya, Kuningan untuk selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam, Tangerang.(agus).

loading...