Angkasa Pura 2

Warga Desa Julang Butuh Jembatan Penyeberangan

KoridorKamis, 12 Juli 2012
Warga Cikande

SERANG (Berita Trans) – Sering direpotkan ketika membawa keranda mayat yang harus melewati jalan Tol, masyarakat Desa Julang, Kecamatan Cikande, Serang, Banten meminta agar PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak membangun jembatan penyeberang orang (JPO).

“Kalau ada kematian, warga lebih direpotkan lagi karena harus berjalan cukup jauh membawa keranda melintasi JPO yang jaraknya cukup jauh. Inikan sangat memberatkan,” kata Kepala Desa Julang, Juhdi dalam acara Operasi Khusus Persuasif-Edukatif Naik-Turun Penumpang di Jalan Tol Tangerang-Merak yang digelar di Kantor Desa Julang, Kamis (12/7).

Juhdi mengatakan, sejauh ini pihak PT MMS belum memberikan solusi dalam mengatasi penyeberangan jalan.
“Artinya upaya PT MMS mencegah penyeberang jalan akan berjalan sia-sia tanpa dibangun JPO,” kata Juhdi.
Terkait para pengojek yang mangkal di tol, Juhdi mengibaratkan tidak ada burung kalau tidak ada padi. Artinya, selama pengemudi angkutan umum masih menurunkan penumpang di tol, ya selama itulah para pengojek tetap akan mangkal.

“Jadi PT MMS perlu memberikan solusi, baik untuk pengojek ataupun pengemudi bus,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (KATKI) Serang, Komardudin mengancam akan melakukan saweran coin jika memang PT MMS tidak mampu membangun jembatan JPO. Menurut Komarudin, adanya penyeberang jalan dikarenakan PT MMS belum memberikan solusi soal pembangunan JPO.

“Tapi saya rasa, PT MMS punya banyak uang dan tidak perlu ada saweran uang dari warga,” kata Komarudin.

Manajer Pelayanan Lalu Lintas dan Informasi Operasional PT MMS Supardjiono MK mengatakan, pihaknya berencana akan membuat jembatan JPO tahun depan. “Sebenarnya sih jembatan penyeberangan sudah ada tak jauh dari pemukiman warga. Tapi tidak apa-apa, tahun depan kita rencanakan untuk dibangun JPO lagi,” kata Supardjiono.

Meskipun demikian, Supardjiono tetap mengimbau agar warga tidak lagi menyeberang ataupun menunggu dan turun bus di jalan tol. “Selain membahayakan nyawa si penyeberang, juga merugikan pengendara,” katanya. (har)

loading...