Angkasa Pura 2

Merpati Beli 20 Pesawat dari PT DI

KokpitKamis, 19 Juli 2012
Merpati Cassa

JAKARTA (Berita Trans) – PT Merpati Nusantara Airlines realisasikan pembelian 20 pesawat dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Pesawat yang dipesan berjenis Cassa 212-400 berkapasitas 28 tempat duduk dengan harga US$6,5 juta-US$7,5 juta per unit. Targetnya, selama dua tahun ke depan, empat sampai lima pesawat yang dipesan sudah dapat diterima.

“Tetapi untuk pendanaan masih menunggu penawaran dari pemerintah daerah yang akan menggunakan pesawat itu,” kata Direktur Utama PT Merpati Nusantara Rudy Setyopurnomo saat penandatanganan Memorandum of Understanding dengan PT Dirgantara Indonesia dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), Kamis (19/7).

Dalam acara penandatangan MoU ini, turut menyaksikan Menneg BUMN Dahlan Iskan. Dari PT DI diwakili oleh Direktur Utama Budi Santoso dan Dirut PT NTP Supra Dekanto, sedangkan dari Merpati oleh Rudy Setyopurnomo.
Rudy mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerjsa sama dengan sejumlah daerah yang ingin menggunakan pesawat jenis tersebut. Diantaranya adalah Pemda Sampit, Kalimantan Tengah. Pemda yang turut dalam pembiayaan akan dibuat mekanisme bagi hasil ataupun mekanisme lainnya.

“Misalnya, pemda hanya ingin membiayai pengadaan pesawat, itu kontribusinya 10% dari total biaya, nanti bagi hasilnya mereka mendapat porsi 10%. Atau ada pemda yang ingin menanggung biaya bahan bakar, kontribusi hingga 60%, pembagiannya sesuai dengan pengeluarannya,” kata Rudy.
Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan penandatangan MoU dengan Merpati tidak hanya terkait pembelian 20 pesawat Cassa, melainkan juga untuk perawatan over haul pesawat MA-60 di PT NTP, anak usaha PT DI.
Dirut PT NTP Supra Dekanto mengatakan soal kerjasama dengan pihaknya, nantinya mesin-mesin pesawat MA-60 yang dioperasikan Merpati saat ini perawatan over haul akan diserahkan kepada NTP.

“Kami sudah siap, tahun ini akan dapat sertifikasi dari Prett and Whitney sebagai pabrikan mesin pesawat, Agustus akan selesai, sehingga kami siap merawat mesin MA 60. MA 60 ini mesinnya sama dengan CN 295,” kata Supra Dekanto.

Menneg BUMN Dahlan Iskan mengapresiasi inisatif PT Merpati dan PT DI tersebut.
“Kebutuhan akan pesawat sangat tinggi dan harus dilakukan dengan cepat seiring semakin banyaknya angka golongan menengah atas di Indonesia yang mencapai lebih dari 100 orang. Golongan ini membutuhkan transportasi yang cepat,” ucapnya.

Dahlan menceritakan di Pegunungan Bintang, Waimena Papua, sudah empat bulan tidak diterbangi pesawat. Selama ini hanya Pelita Air yang melayani. Berhentinya pelayanan Pelita karena maskapai ini ingin menaikkan tarif dari Rp1 juta menjadi Rp2,5 juta dengan jarak yang dekat.

“Kami harapkan dengan pesawat Cassa dari PT DI, Merpati dapat melayani wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, kasihan warga di sana terisolasi, seperti di Bintang, jalan darat sulit, sedangkan kapal laut tidak ada lautnya,” ujarnya. (aliy)

loading...