Angkasa Pura 2

Pembangunan Bandara Kuala Namu Telah 84,5%

BandaraSelasa, 24 Juli 2012
Pimpro Kuala Namu Joko Waskito

JAKARTA (Berita Trans) – Hingga pertengahan bulan Juli 2012, progres pembangunan Bandara Kuala Namu telah mencapai 84,5% dari 86,5% yang direncanakan. Demikian menurut Pemimpin Proyek (Pimpro) Pembangunan Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura II, Joko Waskito kepada beritatrans.com hari ini, Selasa (24/7).

“Capaian sebesar itu terdiri dari pembangunan sekor publik 92,5% dari target 94,0% dan sektor privat sebesar 73,0% dari target 75,5%,” kata Joko Waskito.

Sektor publik adalah taxiway, runway, apron, navigasi, dan bangunan untuk operasional pesawat. Sedangkan sektor privat adalah gedung terminal penumpang, terminal kargo, dan bangunan penunjang lainnya.

Joko menegaskan, progres pembangunan bandara yang bakal menggantikan peran Bandara Polonia ini akan selesai sesuai jadwal. Ia juga mengaku sangat optimistis bandara ini sudah dapat beroperasi pada 2013 mendatang.

Bandara Kuala Namu merupakan bandara yang terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng. Bandara yang dibangun dengan dana murni dari dalam negeri pekerjaan konstruksinya dibagi menjadi empat tahap yang investasinya disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

Pembangunan tahap pertama yang terdiri dari dua seksi, Bandara Kuala Namu direncanakan akan mampu melayani kebutuhan 8 hingga 10 juta penumpang per tahun, 65 ribu ton kargo, serta pesawat terbesar sejenis B747-400 dengan jarak penerbangan langsung terjauh untuk penerbangan haji. Pada tahap ini juga, Bandara Kuala Namu akan mampu melayani sebanyak 113.790 pergerakan pesawat per tahun.

Pembangunan tahap kedua, bandara yang akan memiliki panjang runway 3.750 X 60 meter ini akan dikembangkan lagi hingga mampu melayani 15 juta penumpang per tahun dan 90 ribu ton kargo per tahun. Pergerakan pesawat pun akan meningkat hingga 170,384 pesawat per tahun.

Sedangkan pembangunan tahap terakhir, Bandara Kuala Namu akan memiliki kapasitas terminal penumpang hingga 22 juta per tahun, kapasitas kargo 115 ribu per tahun, dan mampu melayani pergerakan pesawat hingga 255.617 pesawat per tahun.

“Bayangkan perbedaannya dengan Bandara Polonia yang hanya memiliki panjang runway 2.900 X 45 m dengan kapasitas apron yang hanya bisa menampung 11 pesawat dan kapasitas terminal penumpang yang hanya cukup untuk menampung satu juta orang per tahun. Sedangkan Bandara Kuala Namu nantinya dapat menampung 33 pesawat dalam waktu yang bersamaan, diantaranya dua pesawat jenis B747-400 dan selebihnya sejenis 747,” kata Joko. (aliy)

loading...