Angkasa Pura 2

Jelang Lebaran, Ditjen Laut Uji Petik 10 Pelabuhan

DermagaSenin, 30 Juli 2012
Para pemudik dari Kumai, Kalimantan Tengah yang menumpang KM Leuser

JAKARTA (Berita Trans) – Jelang masa angkutan laut lebaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan uji petik di sepuluh pelabuhan di Indonesia. Uji petik dilakukan terhadap kapal penumpang, kapal penyeberangan serta Ro-Ro Ferry.

Kesepuluh pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Tg. Priok (Jakarta), Pelabuhan Tg. Perak (Surabaya), Pelabuhan Makassar dan Pare-Pare (Sulawesi Selatan), Pelabuhan Merak (Banten), Pelabuhan Tg. Emas (Semarang), Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Semayang Balikpapan (Kalimantan Timur).

Tim uji petik menemukan beberapa pelanggaran atau kekurangan pemenuhan terhadap standar keselamatan kapal. Diantaranya ditemukan beberapa pelanggaran yang bersifat minor, namun demikian tim memberikan sejumah catatan dan rekomendasi untuk perbaikan ataupun untuk segera melengkapinya.

“Pada saat uji petik masih ditemukan kapal-kapal yang dalam penempatan dan pemasangan Rakit Penolong Kembung (Inflatable Liferaft) nya tidak sesuai prosedur, seperti pemasangan tali painter dan HRU (Hydrostatic Release Unit) yang tidak benar, penahan dudukan rakit (Cradle stopper) nya yang sudah tidak dapat digerakan dan dibuka akibat karat, dan juga ditemukan beberapa tali painter yang hilang,” kata Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Sindu Rahayu melalui siaran pers yang diterima Berita Trans, Senin (30/7).

Selama pemeriksaan uji petik, diketahui juga ada beberapa pelanggaran yang sengaja dilakukan oleh operator kapal seperti jaket penolong (life jacket) yang dikumpulkan pada satu tempat (lemari) yang dikunci dan tidak berada dekat dengan posisi penumpangnya. Selain jaket penolong, peralatan pemadam kebakaran seperti nozzle air hidran dan sambungan selang ke hidran yang tidak berada di kotak pemadam kebakaran (fire hose box).

“Hal itu disebabkan kekhawatiran operator kapal alat-alat tersebut dicuri oleh penumpang,” kaya Sindu.
Sindu mengimbau seluruh pengguna jasa untuk ikut berpartisipasi menjaga peralatan keselamatan di atas kapal. Sebab, keselamatan kapal dan pelayaran bukan hanya tanggung jawab operator ataupun pemerintah (regulator), tetapi juga pengguna jasa.

Menurut Sindu uji petik merupakan kegiatan rutin yang dilakukan terutama menjelang kepadatan penumpang. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kapal-kapal dalam menghadapi angkutan lebaran, terutama pemenuhan standar keselamatan kapal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (Aliy)

loading...