Angkasa Pura 2

Pemudik Lebaran 1433H Diprediksi 16 Juta Orang Lebih

KoridorSenin, 30 Juli 2012
Mudik KA

JAKARTA (Berita Trans) – Jumlah umat Islam yang akan merayakan lebaran tahun 2012 ini atau 1433 H di kampung halaman diperkirakan lebih dari 16 juta orang. Jumlah pemudik sebesar itu diperkirakan menggunakan berbagai sarana transportasi, yakni dari mulai angkutan bus, kereta api, pesawat udara, hingga angkutan penyebarangan.

Berdasarkan paparan rencana operasi angkutan lebaran tahun 2012 (1433 H) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), prediksi peningkatan penumpang terbesar akan terjadi pada moda angkutan kereta api sebesar 16,32% dari tahun sebelumnya, yakni 1.904.517 orang (2011) menjadi 2.215.284 orang tahun ini. Sedangkan angkutan udara akan mengalami peningkatan sekitar 10% dari 2.987.081 orang (2011) menjadi 3.285.788 orang (2012), angkutan laut naik sekitar 5% dari 1.457.577 orang (2011) menjadi 1.530.456 orang (2012), angkutan penyebarangan naik sekitar 4,20% dari 3.247.804 orang (2011) menjadi 3.384.174 orang (2012), dan angkutan jalan raya meningkat sebesar 1,3% dari 5.524.875 orang (2011) menjadi 5.596.892 orang (2012).

“Untuk mengangkut penumpang yang berlebaran tahun 2012 ini kami menyediakan 37.620 unit bus, 277 kereta api, 133 kapal Ro-Ro, 762 kapal penumpang, dan 339 pesawat udara,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Soerojo Alimoeso.

Soerojo juga menyebutkan, pemudik yang akan menggunakan sepeda motor diprediksi meningkat sekitar 6,16% dari 2.368.720 orang pada tahun 2011 menjadi 2.514.634 orang tahun 2012. Sedangkan yang menggunakan kendaraan pribadi akan meningkat sekitar 5,60% dari 1.520.150 orang tahun 2011 menjadi 1.605.299 orang tahun 2012.

Mengantisipasi melonjaknya pemudik yang menggunakan sepeda motor, Kemenhub melakukan beberapa terobosan. Diantaranya melakukan upaya pengangkutan sepeda motor menggunakan truk yang diperuntukan bagi 3000 sepeda motor. Upaya ini bekerjasama dengan agen pemegang merek, PT Jasaraharja, dan perusahaan swasta. Sedangkan pengangkutan sepeda motor dengan menggunakan angkutan laut diperuntukan bagi sekitar 1000 sepeda motor.
“Bagi pemudik yang mengikuti program itu tidak dipungut biaya. Bahkan disediakan bus untuk mengangkut para pemudiknya berikut logistik selama diperjalanan, untuk berbuka puasa dan sahur,” kata Soerojo.

Soerojo mengakui, untuk angkutan jalan raya masih ada beberapa ruas jalan yang masihh dalam proses perbaikan, seperti jalan paralel Gentong (perbatasan Tasik dengan Garut, Jawa Barat), Ciregol, Brebes (Jawa Tengah), perlintasan sebidang kereta api di Nagrek (Jawa Barat), Kanci-Pejagan, Sumpiuh/Banyumas, Karang Anyar/Kebumen Jawa Tengah.

“Mudah-mudahan pada 10 Agustus mendatang semua perbaikan tersebut sudah selesai,” ujarnya.
“Sedangkan untuk lintas timur Sumatera sudah tidak masalah,” sambungnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan, untuk mengatasi lonjakan penumpang kereta api yang cukup tinggi, selama masa angkutan lebaran pihaknya akan menetapkan jadwal perjalanan sementara, disamping jadwal reguler.

“Termasuk juga menambah julah kereta penumpang, menjalankan KA tambahan, dan memberlakukan sistem boarding pass bagi penumpang yang akan masuk emplasemen stasiun” kata Tundjung.

Tundjung juga mengaku akan memanfaatkan KA-KA lokal yang pada lebaran sebelumnya tidak diperhitungkan. Frekuensi perjalanan kereta api pun akan ditingkat dari 224 KA pada 2011 menjadi 277 KA pada 2012.
Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang angkutan laut, Kemenhub akan memina dukungan pengoperasian kapal milik TNI AL dan mengoptimalkan pengoperasian kapal-kapal perintis. Dan untuk transportasi udara akan dilakukan penerbangan malam dan penerbangan ekstra. (Aliy)

loading...