Angkasa Pura 2

Mantan Kepala Korlantas Polri Jadi Tersangka Korupsi Simulator SIM

KoridorSelasa, 31 Juli 2012
djoko-susilo

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Djoko Susilo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator kemudi motor dan mobil 2011. Djoko selaku selaku Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri saat itu diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan orang lain.
“Perlu dijelaskan bahwa KPK sejak 27 Juli 2012 meningkatkan penyelidikan ke penyidikan dengan tersangka DS pernah menjabat sebagai Dirlantas (Korlantas),” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Selasa (31/7). Hadir pula dalam jumpa pers tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar.
Djoko yang sekarang menjabat Gubernur Akademi Polisi itu dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Perbuatan Djoko diduga menimbulkan kerugian negara hingga puluhan miliar. “Detil materi tentu tidak bisa dijelaskan,” tambah Johan.
Sampai saat ini, lanjutnya, KPK melakukan pengembangan penyidikan kasus ini untuk mencari bukti keterlibatan pihak lain.
Boy mengatakan, Polri akan mendukung KPK dalam menyidik kasus yang melibatkan petingginya tersebut. Menurut Boy, pihaknya sebenarnya sudah menyelidiki kasus ini. “Dari Mabes sendiri sudah ada 33 pihak yang diambil keterangan,” ujarnya. Oleh karena itu, ke depannya Polri akan melakukan koordinasi dengan KPK.

TANYA BARESKRIM
Secara terpisah, Irjen Pol Djoko Susilo tak mau berkomentar banyak terkait penggeledahan yang dilakukan KPK dalam pengusutan proyek pengadaan simulator alat uji surat izin mengemudi. Proyek ini dikerjakan pada saat Kepala Korps Lalu Lintas Polri dijabat oleh Djoko Susilo.
“Kasus itu, kan, sudah ditangani Bareskrim (Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri),” kata Djoko kepada Tempo di Semarang, Selasa (31/7).
Djoko yang kini menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian di Semarang meminta wartawan menanyakan masalah ini ke Bareskrim. “Tanya saja sana,” katanya.
PENGADILAN TINGGI
Sebelumnya, pada Sabtu (28/7/2012) lalu, Pengadilan Tinggi Bandung memperberat hukuman terhadap Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Soekotjo S Bambang, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan dana pengadaan simulator menjadi 3 tahun 10 bulan penjara.
Pengadilan Negeri Bandung sebelumnya menghukum Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia itu selama 3 tahun dan 6 bulan bui. Kasus ini diduga melibatkan pejabat tinggi Djoko Susilo. Dia diduga menerima suap Rp 2 miliar dari proyek pengadaan simulator kemudi motor dan mobil senilai Rp196,87 miliar ketika memimpin Korps Lalu Lintas Polri.
Namun proyek ini diklaim telah sesuai prosedur dan Mabes Polri membantah bila Irjen DS menerima suap.”Beberapa waktu lalu dilakukan pemeriksaan oleh Irwasum sementara dari sisi mekanisme pengadaan barang dan jasa sudah berjalan dengan aturan yang ada. Kewajiban dari kontraktor pengadaan alat drive simulator polres-polres se-Indonesia, ini sudah terpenuhi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar pada April 2012.
BIODATA DJOKO
Djoko Susilo lahir di Madiun. 7 Oktober 1960. Selepas lulus dari Akpol pada 1984, dia bertugas kali pertama sebagai Pama PD di Polda Jateng. Selanjutnya Djoko berturut-turut menjabat sebagai Pamapta Polres Purbalingga, Kapolsek Wonoreja Polres Cilacap, Kasatlantas Polres Banyumas dan Kasat Lantas Polresta Surakarta dan semnejak itu karirnya terus melejit terutama di Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.
Peraih Master Ilmu Pemerintahan itu menjabat sebagai Wadirlantas Polri, tak sampai satu bulan kemudian menjabat sebagai Dirlantas Babinkam Polri dan pada September 2010 menjabat sebagai Kakorlantas.(aw).