Angkasa Pura 2

Bandara Soekarno – Hatta Menjadi The Future Gateway of Indonesia

BandaraThursday, 2 August 2012

JAKARTA (Berita Trans) – Grand design Bandara Internasional Soekarno Hatta, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengemukakan merupakan konsep besar yang berfungsi sebagai pedoman (guidelines) dalam pembuatan perancangan dan pengembangan yang mengacu kepada Rencana Induk Bandar Udara Soekarno Hatta.

Hal tersebut sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Menteri Perhubungan No: KM 48 Tahun 2008. Grand Design dibuat dengan pendekatan komprehensif untuk memberikan solusi, terutama terhadap masalah-masalah pokok seperti; Kapasitas, Aksesibilitas, Konektivitas, Intermoda dan aspek lingkungan.

Grand Design Bandara Soekarno-Hatta diharapkan akan menjadi solusi untuk mengantisipasi perkembangan bandar udara selama kurun 20 tahun ke depan. Diproyeksikan bahwa pada tahun 2020 hingga 2030, lalu lintas penumpang dan pesawat di kawasan Asia Pasifik diprediksi akan mengalahkan kawasan Eropa dan Amerika dengan jumlah pergerakkan mencapai lebih 2,3 miliar penumpang per tahun. Sejalan dengan itu, akan terjadi pula transisi pola rute penerbangan dari jarak jauh (Long-Haul) menuju jarak menengah (Medium-Haul).

Mendasari bahwa traffic penumpang angkutan udara di kawasan ASEAN terus meningkat pada kurun 10 tahun ke depan khususnya Indonesia yang merupakan pasar cukup besar bagi angkutan Udara Internasional (arrival, transit & destination) di kawasan Asia Pasifik dengan prediksi pertumbuhan antara 4,1% – 5.7 % per tahun—makadiperlukan langkah-langkah strategis dengan membuat grand design sebagai pedoman pembangunan sarana dan prasarana bandar udara secara komprehensif.

Dalam mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta, Angkasa Pura II akan mempertahankan nilai-nilai arsitektur landscapeairside dan landside ramah lingkungan yang sarat dengan penghijauan dan kaya akan unsur-unsur etnik tradisional Indonesia.

”Citarasa tradisional Indonesia akan tetap menjadi perhatian utama yang akan dipertahankan. Tetapi sistem dan konsep pelayanan kepada para pengguna jasa bandara harus moderen sesuai dengan tuntutan perkembangan sebagai bandara berkelas dunia. Kita juga akan perkuat lagi nuansa ’green airport’ pada bandara ini, sehingga kami menyebutnya dengan nama The Future Gateway of Indonesia,” ujar Tri Sunoko.(aw).