Angkasa Pura 2

Presiden SBY Nilai Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Tepat

BandaraKamis, 2 Agustus 2012
Grand Design SHIA 1

BANTEN (Berita Trans) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, pengembangan bandar udara internasional Soekarno-Hatta sudah tepat waktu dan tepat sasaran. Setidaknya ada lima hal yang membuat Presiden SBY menyetujui langkah direksi PT Angkasa Pura II untuk mengembangkan bandara tersebut menjadi kawasan aerotropolis atau airport city.

Hal ini dikemukakan Presiden SBY saat memberi sambutan dalam pemancangan tiang pertama atau ground breaking pengembangan Bandara Soeakarno-Hatta di Banten, Kamis (2/8).

Alasan pertama, kata Presiden SBY, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen tiap tahun. Pertumbuhan ekonomi tersebut tergolong sangat positif ditengah krisis dunia dan banyak negara yang justru mengalami pertumbuhan ekonominya stagnan atau minus.

“GDP kita tembus US$1 triliun sehingga dari ukuran itu ekonomi kita ada di urutan 15 dunia,” ujar Presiden SBY.

Dengan sendirinya, lanjut Presiden SBY, terjadi peningkatan kebutuhan jasa penerbangan baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

“Untuk itu kita harus menjawab peningkatan permintaan terhadap jasa penerbangan tersebut dengan supply yang dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut Presiden menambahkan, pada realisasi mudik Lebaran tahun lalu seperti yang dilaporkan dalam sidang kabinet, diketahui bahwa semua moda transportasi mengalami kenaikan. Akan tetapi, hal itu tidak terjadi untuk rute Jakarta-Surabaya (pulang-pergi) di moda kereta api, sedangkan untuk rute yang sama mengalami peningkatan pesat untuk moda udara.

“Hal ini sejalan dengan statistik yang didapatkan bahwa golongan menengah Indonesia tumbuh terbesar di Asia Tenggara dan ini membutuhkan jasa udara,” ujar Presiden SBY.

Alasan kedua, baik di Asean plus maupun Asean Summit disepakati percepatan konektivitas. Ketiga, Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) melibatkan pembangunan infrastruktur yang menyeluruh.

“Seperti kita ketahui, ada gap antara dunia bisnis dan investasi, dimana ekononmi tumbuh tapi tidak didukung infrastruktur yang memadai. Kita bertekad, kita bisa mengalokasikan anggaran infrastruktur yang lebih besar lagi dimasa depan. Harapannya, dengan tambahan prasarana udara seperti ini dan infrastruktur yang lain maka peluang investasi besar bisa didapatkan dan akhirnya pertumbuhan ekonomi juga bisa ditingkatkan,” tuturnya.

Alasan keempat, pada tahun 2015 diterapkan Asean Economic Community sehingga pihak yang memiliki daya saing tinggi akan mendapatkan manfaat besar.

“Tidak ada kata lain, Indonesia, pemerintah, pebisnis harus siap, sehingga ketika diberlakukan negara kita mendapatkan manfaat nyata,” kata Presiden SBYnya.

“Dan alasan kelima, dengan pembangunan ini maka lapangan pekerjaan akan bertambah dan industri turunannnya juga begitu. Ini memberikan manfaat nyata,” sambungnya. (Aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari