Angkasa Pura 2

Dirjen Perkeretaapian Tinjau Rel Kereta Api Jalur Pantura

EmplasemenSelasa, 7 Agustus 2012
Dirjen KA

JAKARTA-CIREBON (Berita Trans) – KA Cirebon Ekspres (Cireks) bergerak perlahan meninggalkan Stasiun Gambir, Jakarta menuju kota tujuan, Cirebon Jawa Barat. Jarum jam menunjukkan tepat ke angka 06:05 pagi, Selasa, 7 Agustus 2012. Kereta beraangkat tepat sesuai jadwal. Sebuah prestasi yang terus dicoba diraih dan dipertahankan oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), on time performance alias tepat waktu.

Bersama kereta eksekutif Cirebon Ekspres inilah rombongan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) didampingi Sekretaris Itjen Perkeretaapian Nugroho Indrio dan Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Areif Heriyanto bersama sejumlah wartawan ibu kota, baik cetak maupun elektronik memulai perjalanan panjangnya menelusuri jalan kereta api jalur pantura dari Jakarta hingga Surabaya.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan ini ingin melihat sejauh mana persiapan PT KAI dalam menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik lebaran tahun 2012/1433 H kali ini.

“Kami ingin melihat sejauh mana kesiapan PT Kereta Api Indonesia dalam mengantisipasi umat Islam yg ingin berlebaran di kampung halaman mereka,” ujar Tundjung sesaat sebelum keberangkatan.
Jumlah umat Islam yang akan mudik lebaran tahun ini memang diperkirakan akan lebih dari 16 juta orang. Jumlah pemudik sebesar itu akan memanfaatkan berbagai sarana transportasi, seperti bus, kereta api, pesawat udara, hingga angkutan penyebarangan, bahkan sepeda motor.

Kepedulian besar yang ditunjukkan oleh Tundjung Inderawan terhadap kesiapan moda kereta api memang sangat beralasan. Sebab, berdasarkan paparan rencana operasi angkutan lebaran tahun 2012 (1433 H) Kemenhub, prediksi peningkatan penumpang terbesar akan terjadi pada moda angkutan kereta api, yakni sebesar 16,32% dari tahun sebelumnya, dari 1.904.517 orang (2011) menjadi 2.215.284 orang tahun ini. Sedangkan angkutan udara akan mengalami peningkatan sekitar 10% dari 2.987.081 orang (2011) menjadi 3.285.788 orang (2012), angkutan laut naik sekitar 5% dari 1.457.577 orang (2011) menjadi 1.530.456 orang (2012), angkutan penyebarangan naik sekitar 4,20% dari 3.247.804 orang (2011) menjadi 3.384.174 orang (2012), dan angkutan jalan raya meningkat sebesar 1,3% dari 5.524.875 orang (2011) menjadi 5.596.892 orang (2012).

Dari sisi sarana angkutan kereta api pemerintah telah menyiapkan tidak kurang dari 214 KA reguler, 34 KA lebaran, 1.392 kereta penumpang dengan 166 lokomotif. Jumlah itu belum termasuk memanfaatkan kereta api-kereta api lokal yang pada musim lebaran tahun-tahun sebelumnya belum dioptimalkan.

Dari sisi rencana operasi perjalanan kereta api pun sudah disiapkan dengan matang. Seperti membuat jadwal perjalanan sementara disamping jadwal reguler, menambah jumlah frekuensi perjalanan dari dari 224 KA pada 2011 menjadi 277 KA pada 2012.

“Termasuk juga menambah julah kereta penumpang, menjalankan KA tambahan, dan memberlakukan sistem boarding pass bagi penumpang yang akan masuk emplasemen stasiun” kata Tundjung.

Jadi, sebagai pejabat negara yang mewakili pemerintah untuk menyukseskan angkutan lebaran 2012 ini, kesiapan sarana kereta api beserta kesiapan rencana operasionalnya, harus didukung penuh oleh kesiapan prasarananya seperti lintasan kereta api, persinyalan, pintu-pintu lintasan, dan sebagainya.
Untuk alasan itulah, rombongan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub menempuh perjalanan ratusan kilometer. Menelusuri rel kereta api dari Jakarta hingga Surabaya.

“Keamanan dan kenyamanan para penumpang adalah tujuan utama dari perjalanan ini, khususnya bagi umat Islam yang akan merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan handai taulan di kampung halaman,” tutur Tundjung. (Aliy)

loading...