Angkasa Pura 2

Pembangunan Double Track Terganjal MTT

EmplasemenSelasa, 7 Agustus 2012
Tundjung Pantura 1

SEMARANG (Berita Trans) – Pembangunan jalur rel ganda (double track) kereta api di pantai utara Jawa kini sudah memasuki tahap pemasangan rel di sejumlah lokasi yang sudah dibebaskan dan telah dihamparkan bebatuan sebagai alas rel KA. Namun proses itu terhambat lantaran tertahannya Multi Tie Tempar (MTT) oleh pihak Depo Depok PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pengamatan Berita Trans di lapangan, Selasa (7/8), mendapati informasi dari kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan double track bahwa MTT sebagai alat pemadat balas rel kereta itu tak kunjung diijinkan dikeluarkan dari Depo Depok. Pihak kontraktor yang memiliki MTT tersebut awalnya memang menitipkan peralatan senilai miliaran rupiah itu ke Depo Depok.

Pihak direksi PT KAI sebenarnya sudah mengeluarkan telex yang meingizinkan dikeluarkanya peralatan tersebut sejak dua minggu lalu. Tetapi ketika pihak kontraktor ingin memamkai peralatan itu ternyata pihak Depo Depok tak mengizinkan. Walhasil pengerasan balas pun tak bisa dikerjakan, yang pada gilirannya pemasangan rel menjadi tertunda.

Terhadap realitas itu, pengamat perkeretaapian Hendrowiyono menyatakan penyesalannya. “Proyek itu dibangun pemerintah untuk membantu PT KAI dalam melayani publik. Tetapi anehnya kenapa pihak Depo Depok PT KAI bersikap arogan seperti itu,” ujar Ketua Dewan Pembina Masyarakat Pecinta Kereta Api (Maska) tersebut.

Karenanya, dia mendesak direksi PT KAI untuk segera memeriksa kepala Depo Depok sekaligus segera mengeluarkan peralatan MTT. “Jangan sampai kepentingan rakyat dan negara terganggu oleh aksi-aksi arogan,” cetusnya kepada Berita Trans.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan membenarkan bahwa masih tertahannya peralatan MTT tersebut. Tundjung menegaskan sudah meminta direksi PT KAI untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas agar peralatan MTT bisa segera dioperasikan.

“Saya yakin direksi PT KAI memahami betul bahwa peralatan MTT amat dibutuhkan dalam pembangunan double track kereta api. Apalagi selama ini Kementerian Perhubungan selalu berkoordinasi dengan PT KAI dalam setiap program pembangunan perkeretaapian,” ujarnya. (aliy/aww)

loading...