Angkasa Pura 2

Kiat HM Wasfan di Bandara Sultan Iskandar Muda

FigurSabtu, 11 Agustus 2012
wasfan

BANDA ACEH – Setahun menjadi General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, begitu banyak memberikan kesan mendalam bagi Wasfan Wahyu. Begitu besar support dari regulator, pemerintah daerah, kepolisian, militer, pengguna jasa, maskapai penerbangan, dan masyarakat setempat.

“Komunikasi intensif, koordinasi berkesinambungan, dan tentu saja silaturahmi terus dibangun, sehingga proses kerja kami mengelola bandara menjadi teramat lancar, begitu pula pelayanan kepada pengguna jasa menjadi semakin baik,” jelas pria kelahiran Yogyakarta, 9 Nopember 1957, yang pernah menjadi Manajer Humas PT Angkasa Pura II, tersebut.

Hubungan itu antara lain ikut aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Manajemen bandara aktif untuk tak sekadar hadir dalam setiap kegiatan sosial yang digelar di sekitar bandara, tetapi juga ikut berpartisipasi agar kegiatan itu lebih lancar. Contohnya, dalam Bulan Puasa ini ikut menyelenggarakan kenduri berbuka puasa, yang diikuti oleh seluruh meunasah (musholla) di sekitar bandara.

“Human relation ini sungguh efektif sehingga segala program kerja bisa dilaksanakan secara optimal. Contohnya, petani yang biasa melintas runway, bisa secara sadar ikut program penjemputan yang dilaksanakan bersama TNI AU. Jadi setiap hari petani diantar dan dijemput sehingga tidak perlu lagi melintasi runway,” cetus mantan petugas Air Traffic Control di Bandara Kemayoran, Halim Perdanakusuma, dan Soekarno – Hatta tersebut.

Berkat dukungan luar biasa tersebut, mantan Airport Manager (OIC) Bandara Soekarno – Hatta ini menjelaskan berbagai program bandara bisa segera direalisasikan dengan baik. Contohnya, bisa menggelar penerbangan umroh langsung dari Bandara SIM ke Jeddah. Sebelumnya penerbangan umroh harus lewat Jakarta, Medan, bahkan Kuala Lumpur.

Dengan penerbangan umroh langsung tersebut, pria yang akrab dipanggil dengan sebutan HM Wasfan itu mengutarakan jamaah bisa menghemat biaya minimal Rp5 juta. Biaya tersebut muncul karena jamaah tidak perlu keluar biaya untuk penerbangan transit. “Pasca penyelenggaraan haji nanti akan digelar 10 penerbangan umroh, masing-masing membawa 320 jamaah,” ungkapnya sambil menambahkan efek positif dari penerbangan langsung tersebut, banyak penambahan pendapatan bagi manajemen bandara antara lain dari Passenger Service Charge (PSC) dan jasa pemanduan pesawat.

Selain itu, pengurus DPP IATCA selama tiga periode tersebut menjelaskan Bandara SIM berhasil meraih predikat sebagai Bandara favorit se-Sumatera, yang dianugerahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Juga predikat Toilet dan Bandara Terbersih versi Asosiasi Toilet Indonesia.(aw).

loading...