Angkasa Pura 2

H-5, Penumpang ASDP Merak Mencapai 54.711 orang

DermagaRabu, 15 Agustus 2012
Kapal ASDP

JAKARTA (Berita Trans) – Memasuki H – 5 Operasi Angkutan Lebaran tahun 2012 di Pelabuhan Merak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), jumlah pengguna jasa semakin meningkat. Data produksi harian pada pukul 08.00WIB sejak tanggal 14 Agustus 2012 hingga pukul 08.00 WIB tanggal 15 Agustus 2012 jumlah penumpang ASDP Merak telah mencapai 54.711 orang. Demikian menurut Sekretaris Perusahan PT ASDP Indonsia Ferry Christine Hutabarat melalui siaran pers yang diterima Berita Trans, hari ini.

Berdasarkan data harian ASDP, selain peningkatan jumlah penumpang, pada H-5 juga jumlah roda dua yang menyeberang melalui pelabuhan Merak telah mencapai 3.411 unit, kendaraan kecil 5.649 unit, bus 408 unit, truk 1.250 unit, dan kendaraan yang lebih dari empat roda sebanyak 7.307 unit.

“Sehingga total kendaraan hingga H-5 mencapai 10.748 unit dengan 28 kapal beroperasi dan capaian 99 trip,” kata Christine.

Menurutnya, beberapa langkah antisipasi telah dipersiapkan agar perjalanan mudik aman dan lancar seperti memberikan pelayanan maksimal dengan menambah loket penumpang menjadi 9 loket dan 10 loket untuk pengendara roda dua. Selain itu, untuk memberikan kelancaran arus kendaraan, waktu bongkar muat dipercepat dari 60 menit menjadi 40 menit.

“Tentunya, perjalanan arus mudik yang aman dan lancar ini juga tidak terlepas dari kerjasama petugas dengan pengguna jasa. Strategi pengaturan kendaraan di lapangan didukung oleh kerjasama pengguna jasa yang mematuhi instruksi petugas sehingga arus kendaraan berjalan lancar,” ujarnya.

Pengguna jasa pun diimbau untuk tetap berhati-hati baik di pelabuhan maupun di dalam kapal. Kendaraan harus dalam keadaan aman, rem tangan kuat dan terkunci sehingga gelombang tidak membuat kendaraan bergerak. Dan demi keselamatan, penumpang dilarang berada di area car deck.

Untuk menghindari kepadatan kendaraan pada puncak arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada H-3 dan H-2, pengguna jasa dihimbau untuk melakukan perjalanan di pagi hingga sore hari. Kepadatan kendaraan khususnya roda dua akan mengakibatkan gangguan kesehatan khususnya bagi balita. Karenanya, pengguna jasa diimbau untuk lebih bijak mengambil keputusan terkait waktu keberangkatan. (aliy)