Angkasa Pura 2

Kementerian Perhubungan Akan Evaluasi Sistem Mudik

KoridorSelasa, 28 Agustus 2012
Kecelakaan

JAKARTA (Berita Trans) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem mudik yang selama ini berjalan. Evaluasi ini terkait dengan tingginya angka kecelakaan selama arus mudik dan balik hari Raya Idul Fitri 2012/1433 H. Korban akibat kecelakaan pun mencapai ribuan orang dengan jumlah orang meninggal nyaris mencapai angka seribu orang.

Demikian dikatakan Menteri Perhubungan EE Mangindaan pada saat acara penutupan Posko Nasional Angkutan Lebaran di Jakarta, Selasa (28/8).

“Kita akan melakukan evaluasi agar tahun depan angka kematian akibat kecelakaan selama masa mudik dapat berkurang,” kata Mangindaan.

Mangindaan meminta agar para pemudik mentaati berbagai peraturan yang telah ditetapkan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di jalan raya. Berdasarkan data Kemenhub, jumlah total pemudik pada tahun 2012 ini adalah sebanyak 14,41 persen atau meningkat 10,76 persen dibanding tahun 2011.

Sedangkan kenaikan terbesar untuk jumlah penumpang tercatat pada moda kereta api yaitu sebanyak 2,05 juta penumpang atau meningkat 26,15 persen dibanding periode mudik lebaran tahun sebelumnya.

Data dari Polri menunjukkan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas selama musim lebaran 2012 (H-8 sampai H+6) hasil pantauan seluruh Polda se Indonesia sebanyak 5.233 kejadian. Korban meninggal dunia 908 korban, luka berat 1.505 orang, luka ringan 5.139 orang dengan kerugian material diprediksi sebesar Rp11,125 miliar.

Kabag Analis Kebijakan Korlantas Polri Kombes Pol Adnas memaparkan, kecelakaan lalu lintas di dominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor. ”Dari total kecelakaan selama musim lebaran, sekitar 70 persen disebabkan oleh kendaraan roda dua,” kata Adnas.

Adnas mengatakan, sebagian besar penyebab kecelakaan akibat faktor manusia, yakni 28 persen, faktor alam 20 persen, faktor kendaraan 18 persen, dan faktor jalan 15 persen.

Menurut Adnas, dominasi faktor manusia penyebab kecelakaan akibat kelalaian mereka sendiri. Kelelahan menjadi penyebab utama kecelakaan. Yang lebih disayangkan, pemudik sepeda motor jarang menggunakan posko-posko tempat istirahat yang tersedia di banyak titik disepanjang lintasan mudik dengan alasan ingin cepat sampai tempat tujuan.

Adnas mengatakan, pemudik sejak awal tidak mengindahkan keselamatan untuk dirinya sendiri. Misalnya sepeda motor yang seharusnya hanya digunakan untuk dua orang, pada mudik lebaran sepeda motor di tunggangi lebih dari dua orang. Belum lagi tas dan barang-barang lain yang ditempatkan di depan, samping maupun belakang sepeda motor, yang menyebabkan hilangnya keseimbangan sepeda motor.

Disamping itu, sepeda motor yang fungsinya hanya untuk jarak-jarak pendek, digunakan untuk jarak panjang. Sepeda motor yang seharusnya maksimal dilaju selama dua jam, terkadang sudah empat jam lebih pengendara tetap melaju kendaraannya. Hal ini tentunya membuat pengendara kelelahan dan kehilangan konsentrasi berkendara.

”Inilah faktor yang paling banyak menjadi penyebab kecelakaan sepeda motor,” jelas Adnas.

Disinggung kemungkinan pemerintah melarang pemudik sepeda motor pada tahun-tahun mendatang, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, pemerintah tidak bisa melarang, namun sebisa mungkin mengimbau dengan menyediakan fasilitas seperti mengangkut sepeda motor dengan menggunakan kapal laut, truk dan mungkin nanti dengan gerbong khusus kereta. (aliy)

loading...