Angkasa Pura 2

Kejati Banten Selidiki Dugaan Korupsi Kapal DKP

DermagaRabu, 29 Agustus 2012
Kapal DKP

SERANG (Berita Trans) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten terus menyelidiki dugaan korupsi pengadaan bantuan delapan unit kapal di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten senilai Rp10,4 miliar. Kejati menerjunkan tim ahli dari Kementerian Perhubungan untuk memeriksa spesifikasi dan kelaikan kapal inka mina, bantuan dari DKP Banten untuk kelompok nelayan di Karangantu Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (28/8).

Tim dari Kementerian Perhubungan yang diwakili Seksi Keselamatan dan Kelaikan Kapal Administrasi Pelabuhan (Adpel) Merak, memeriksa sejumlah spesifikasi kapal, mulai dari mesin hingga fasilitas lainya, serta surat-surat perijinan berlayar kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah fasilitas kapal yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak yang dibuat antara Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Banten dan pihak pengusaha, selaku penyedia barang.

“Kalau secara keseluruhan kapal ini laik jalan, itu dibuktikan dengan pengakuan nelayan yang sudah melakukan uji coba kapal ini. Serta adanya surat ijin berlayar dari Adpel dan departemen perhubungan,” ujar Hardi Sugianto, tim ahli dari Adpel Kementerian Perhubungan Merak.

Hardi mengatakan, pihaknya hanya diminta melakukan pemeriksaan terhadap kelaikan kapal untuk digunakan melaut oleh nalayan, serta memeriksa kelengkapan fasilitas dan jenisnya. Bukan pada perbandingan harga dan kondisi barang pada kapal tersebut.

“Memang ada beberapa barang yang tidak sesuai dengan rekomendasi kita (Adpel, red), serta ada barang yang seharusnya terdapat dalam kapal tersebut, tapi tidak kita temukan,” ungkapnya.

Asintel Kejati Banten, Dicky R Rahadjo menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan tim. “Kita masih harus memeriksa, lagian kita belum dapat laporan dari tim Adpel terkait hasil pemeriksaan tersebut,” ujarnya.

Dicky juga menjelaskan, hasil pemeriksaan tim ahli tersebut sebagai upaya mencari data dan bukti dugaan korupsi dalam pengadaan kapal tersebut. Jika nanti dari hasil pemeriksaan Adpel ditemukan ketidakpuasan, pihaknya mengaku tidak menutup kemungkinan untuk memeriksa kapal yang ada dilokasi berbeda.

“Kita tunggu aja dulu hasil yang ini, kalau tidak puas kita periksa yang lain. Kan masih banyak kapalnya,” unkapnya. (hary)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari