Angkasa Pura 2

Lion Air, Citilink, dan Aviastar Langgar Tarif Batas Atas

KokpitRabu, 29 Agustus 2012
Lion Air

JAKARTA (Berita Trans) – Tiga perusahaan penerbangan nasional dinilai melanggar tarif batas atas selama musim angkutan Hari Raya Idul Fitri 2012/1433 H. Ketiga maskapai penerbangan itu adalah PT Lion Mentari Airlines, PT Citilink Indonesia, dan PT Aviastar Mandiri. Akibatnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan teguran tertulis kepada mereka.

Hasil investigasi dari tim Ditjen Perhubungan Udara untuk melaksanakan pemantauan tarif di tiga bandara, yaitu bandara internasional Soekarno Hatta, Jakarta, bandara Radin Inten Bandar Lampung dan bandara Sultan Thaha Jambi sejak akhir 30 Juli 2012 sampai dengan 25 Agustus 2012.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti usai acara halal bihalal Kementerian Perhubungan, Selasa (28/8) mengatakan, maskapai Lion Air melakukan pelanggaran tarif untuk rute Jakarta-Palangkaraya, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Solo, Jakarta-Banjarmasin, Jakarta-Batam, Jakarta-Semarang, Jakarta-Lombok, Jakarta-Palembang dan Jakarta-Jogjakarta.

‘’Pada rute tersebut, tarif penumpang yang diberlakukan oleh PT Lion Air melebihi tarif batas atas sebesar 0,43 persen sampai dengan 1 persen (sebagaimana diaktur KM 26 tahun 2010),’’ kata Herry.

Adapun pelanggaran yang dilakukan oleh maskapai PT Aviastar Mandiri adalah, pada rute Jakarta-Ketapang dengan tarif melebihi tarif batas atas sebesar 3 persen. Sementara itu pelanggaran yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia untuk rute Jakarta-Banjarmasin, dengan tarif 15 persen di atas ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Arif Wibowo yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat tanggapan kepada Dirjen Perhubungan udara melalui No:CITILINK/JKTDZQG/20006/12 tanggal 16 Agustus 2012.

“Tarif tiket sebagaimana yang menjadi temuan tim Ditjen Perhubungan Udara adalah untuk rute Jakarta-Balikpapan, bukan rute Jakarta-Banjarmasin, jadi terlihat tinggi dari harga tarif batas atas,” jelas Arif. (aliy)

loading...