Angkasa Pura 2

Bus DAMRI Menjadi Primadona Warga Lampung

KoridorSenin, 3 September 2012
penumpang2-edit

LAMPUNG (Berita Trans) – Bus DAMRI menjadi primadona bagi warga Lampung. Mereka enggan berpaling ke perusahaan bus lain karena banyak faktor pertimbangan. Walhasil, jumlah penumpang armada BUMN tersebut terus meningkat.

“Naik bus DAMRI itu selain dilayani bus yang mewah bertarif murah, juga tepat waktu. Krunya, termasuk pengemudi, begitu ramah. Makanya kalau naik bus DAMRI, ya jadi kayak naik bersama keluarga sendiri,” tutur Sherly, warga Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Minggu (2/9/2012).

Sherly ditemui beritatrans.com selepas turun dari mobil Honda Jazz dan menuju bus DAMRI tujuan Bogor, yang parkir di samping Stasiun KA Tanjung Karang. “Busnya nggak ngebut. Beda sama sopir bus swasta yang suka ngebut, mungkin gara-gara mengejar uang setoran,” tutur karyawati bank tersebut.

Hal senada dikemukakan Liana Lim, warga Kecamatan Panjang. “DAMRI itu kan BUMN, kalau kita dilayani nggak bagus kan bisa komplain. Kemana komplainnya juga jelas. Kepastian terhadap kenyamanan, keselamatan dan keamanan ini yang jadi pertimbangan saya dan keluarga bolak-balik Lampung – Jakarta menggunakan bus DAMRI,” ungkap gadis, yang biasa berbelanja di Tanah Abang, Jakarta, membeli pakaian untuk dagangan.

Soal tarif, Liana mengungkapkan jauh lebih murah ketimbang swasta walau pelayanan DAMRI lebih baik. “Di DAMRI kalau naik AC bisnis cuma Rp115.000. Padahal bus ini setara swasta bus yang kelas eksekutif dan bertarif Rp150.000,” ungkap wanita yang sudah sejak lima tahun lalu menjadi pelanggan DAMRI itu.

Hanya Sherly dan Liana Lim berharap agar DAMRI menyediakan shelter khusus agar calon penumpang bisa nyaman saat hendak naik bus. “Jangan panas-panasan begini,” cetus Sherly.

Selain itu, Liana Lim meminta agar manajemen DAMRI menyediakan fasilitas pemeasanan tiket on-line. “Tiket dipesan lewat internet. Jadinya konsumen tak perlu datang ke loket untuk membeli tiket. Selain itu, konsumen juga ketersediaan tiket,” tutur perempuan berparis cantik itu.

SEGERA DIBANGUN
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Stasiun DAMRI Bandar Lampung, Suparyan, mengutarakan shelter segera dibangun. “Alokasi dananya sudah ada. Tinggal pencairan saja. Kami akan buat shelter, yang tak hanya untuk berteduh, tetapi bisa membuat calon penumpang lebih nyaman,” ungkapnya didampingi Kepala Seksi Operasi, Drajat.

Untuk memperkuat pelayanan, dia menuturkan 10 bus super eksekutif anyar akan didatangkan. “”Saat ini 10 bus itu dalam tahap finalisasi di karoseri. Begitu kelar, akan langsung dikirim ke kami,” tutur Suparyan, sambil menambahkan bus itu berkapasitas angkut 24 orang dan dilengkapi fasilitas toilet, wifi dan ruang untuk merokok.

Menyinggung tentang pelayanan, Suparyan mengutarakan selama ini bus DAMRI tak satupun mogok dan mengalami kecelakaan. “Juga tidak ada penumpang yang diover. Tidak ada kutipan apapun diluar tarif,” tegasnya.

Mengover penumpang atau mengenakan pungutan di luar tarif, Drajat menegaskan merupakan pelanggaran berat. “Sanksinya dipecat, Tapi alhamdulillah, kasus pelanggaran itu tidak terjadi sama sekali,” ujarnya.

BUS & PENUMPANG
Data di Stasiun DAMRI Bandar Lampung memperlihatkan ada 14 trayek dilayani oleh 54 bus. Trayek tersebut antara lain Tanjung Karang – Jakarta, Metro – Jakarta, Metro – Bogor, Talang Padang – Jakarta, Pringsewu – Jakarta, Gaya Baru – Jakarta, Kota Bumi – Jakarta, Tanjung Karang – Bekasi, Tanjung Karang – Bogor, Tanjung Karang – Bandung, dan Tanjung Karang – Yogyakarta. Tarifnya bervariasi Rp115.00 – 160.000 tergantung jurusan.

Jumlah penumpang terus meningkat setiap bulan. Contohnya, pada Februari 2012 terdapat 27.057 penumpang, naik menjadi 29.517 orang pada Maret 2012, lalu 30.135 penumpang pada April, 31.494 orang pada Mei, lalu naik lagi menjadi 37.054 pada Juni 2012.(agus w)