Angkasa Pura 2

Rachman Syafrie Edukasi 3 Nilai di Bandara Sultan Hasanuddin

FigurSelasa, 25 September 2012
rachman1

MAKASSAR (Berita Trans) – Ada tiga nilai diedukasi dan diinternalisasi di kalangan pegawai di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Penanaman nilai tersebut juga dilakukan Ir. Rachman Syafrie, MM, terhadap seluruh personel yang berkaitan dengan bandara.

“Tiga nilai yang menjadi ruh tersebut merupakan arahan dari direksi dan dewan komisaris. Kami komit untuk menggelorakannya, tidak hanya di kalangan pegawai kami, tetapi juga personel-personel lain yang bekerja di bandara, termasuk airlines, bahkan petugas cleaning service dan sopir taksi,” jelas General Manager (GM) Bandara Sultan Hasanuddin, tersebut kepada beritatrans.com, Selasa (25/9/2012).

Pertama, safety. “Urusan keselamatan ini harus terus dijaga dan ditingkatkan keandalannya. Tidak boleh lalai sedikit pun. Harus terus berpikir bagaimana meningkatkan kualitas keselamatan,” jelas lulusan STPI Curug, STMIK Gunadarma dan peraih gelar magister manajemen dari Universitas Mercu Buana tersebut.

Kedua, speed (kecepatan) dalam merespon terhadap setiap keluhan (komplain) atau masalah, lalu cepat mendapatkan formulasi solusi, kemudian diterapkan hingga komplain tersebut bisa terselesaikan dengan baik dan pengguna jasa menjadi puas.

“Tidak boleh menunggu dalam sedetikpun dalam hal kecepatan responsif ini. Terlambat respon maka akan semakin banyak masalah yang terlambat diselesaikan. Kita tidak boleh kehilangan momen dalam perbaikan pelayanan,” cetus pria yang menjadi pegawai PT Angkasa Pura I sejak tahun 1981 itu.

Ketiga, simplicity. Mantan pelaksana tugas GM Bandara Ngurah Rai dan Balikpapan tersebut menjelaskan simple dimaksudkan sebagai berani memotong jalur birokrasi ketika berhadapan dengan tuntutan peningkatan pelayanan.

“Dalam konteks ini tetap harus berada pada koridor good corporate governance (GCG). Kalau memang misalnya harus ada investasi untuk peningkatan pelayanan, maka pengajuan biayanya harus dengan argumentasi kuat, menggunakan azas-azas keuangan yang benar, serta comply terhadap regulasi yang ada,” tutur pria yang pernah mengikuti workshop di Bandara Schipol, Amsterdam, dan Bandara Incheon, Korea Selatan, tersebut.

Aplikasi kerja dengan berbasis kepada tiga ruh itu, suami dari Restuti Henni Poetri tersebut menegaskan dikontrol dan dievaluasi secara terus-menerus. “Teguran hingga sanksi dikenakan terhadap personel yang lalai,” tegas mantan Manager Teknik Elektronika dan Listrik Bandara Balikpapan tersebut.

EDUKASI KEPRIBADIAN
Postur terbaik yang diinginkan dalam pelayanan kepada pengguna jasa tersebut diperkuat lewat edukasi kepribadian dengan melibatkan lembaga penyedian pendidikan kepribadian, John Robert Powers.

“Kami dididik semuanya dalam hal pembentukan personal yang memiliki kepribadian tangguh dalam melayani. Ini pun tidak hanya pegawai PT Angkasa Pura I, tetapi juga semua personel yang bekerja di Bandara Sultan Hasanuddin,” ungkapnya.

Dia menegaskan orientasi terhadap kepuasan pelanggan (customer satisfaction) tersebut bukan dimaksudkan agar performansi penilaian menjadi lebih baik. “Tetapi semata-mata tulus dan ikhlas melayani pengguna jasa,” ujar ayah dari Faris H Resyahputra, Fammy Audrey Devina dan Vito Reyhan Akbar tersebut.(agus w).

loading...