Angkasa Pura 2

Kinerja Keuangan Bandara Sultan Hasanuddin Mengkilat

BandaraKamis, 27 September 2012
gm menyambut.jpeg

MAKASSAR (Berita Trans) – Kerja keras dan berkesinambungan untuk terus menggenjot kualitas pelayanan ternyata berbuah manis buat manajemen Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Tak hanya melahirkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mengkilatnya kinerja keuangan.

Fakta itu menjadi salah satu bukti pernyataan dari Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, bahwa peningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan akan men-drive pendapatan dan margin perusahaan.

Customer Satisfaction Index (CSI) Bandara Sultan Hasanuddin Makasar tahun 2012, berdasarkan penilaian Airports Council International (ACI), menempati posisi pertama dari tiga bandara terbesar yang dikelola PT Angkasa Pura I. Ternyata CSI jempolan ini paralel dengan menterengnya kinerja keuangan.

General Manager Sultan Hasanuddin International Airport of Makassar (SHIAM), Rachman Syafrie, mengamini fakta tersebut. “Semangat terus menggejot pelayanan yang digelorakan direksi memang menyebabkan kinerja keuangan kami menjadi jauh lebih baik,” cetusnya kepada beritatrans.com, Kamis (27/9/2012).

Dia mengungkapkan selama semester I tahun 2012, realisasi total pendapatan Rp113,5 miliar, 9 persen di atas anggaran atau Rp9 milyar dari yang direncanakan sebesar Rp104,5 miliar. Bila dibandingkan terhadap realisasi sampai dengan Juni 2011 mengalami kenaikan sebesar 24,5% atau Rp.22,4 miliar.

Sedangkan realisasi total beban Rp96,7 miliar, di bawah anggaran sebesar 6% atau Rp6,5 miliar dari yang direncanakan sebesar Rp103,2 miliar. Bila dibandingkan terhadap realisasi sampai dengan Juni 2011 mengalami kenaikan sebesar 15% atau Rp12,8 miliar.

LABA
Tentang laba, Rachman Syafrie mengungkapkan realisasi laba sebelum pajak sebesar Rp16,8 miliar, 1,255 persen atau Rp1,2 miliar di atas anggaran keuntungan yang direncanakan Rp15,6 miliiar.

Laba itu bisa di atas anggaran karena pendapatan terealisasi 8,7% di atas anggaran sebesar Rp9,1 miliar. “Yang signifikan memberikan kontribusi adalah pendapatan PJP4U naik 18,7% atau sebesar Rp2,2 miliar, pendapatan PJP2U naik 13,2% atau sebesar Rp6,2 miliar. Pendapatan parkir kendaraan naik 14,6% atau sebesar Rp960 juta,” jelasnya.

Sedangkan biaya terealisasi (6,3%) di bawah anggaran atau sebesar (Rp6,5 miliar), juga turut memberikan kontribusi kepada kenaikan laba. Biaya tersebut adalah biaya pegawai terealisasi (18,1%) di bawah anggaran atau sebesar (Rp4 miliar), biaya umum terealisasi (8,9%) di bawah anggaran atau sebesar (Rp1,7 miliar), serta biaya penyusutan terealisasi (15,6%) di bawah anggaran atau sebesar (Rp.4,9 miliar).(agus w)

loading...