Angkasa Pura 2

Menhub Janji Benahi Sistem Traffik Control Perlintasan Selat Sunda

DermagaThursday, 27 September 2012

CILEGON (Berita Trans) – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, EE Mangindaan berjanji akan memperbaiki sistem traffic control yang berada di jalur perlintasan perairan Selat Sunda. Traffic control yang berada di perlintasan perairan Selat Sunda hanya ada Ship Traffic Control (STC) yang berguna untuk mengatur kapal ferry yang menyeberang ke Pelabuhan Merak maupun ke Pelabuhan Bakauheuni.

“Mungkin nanti kita akan modernisasi alat traffic control yang berada di Selat Sunda. Mungkin kita juga akan benahi STC pemantau kapal yang berada di setiap pelabuhan,” kata Mangindaan saat menjenguk korban selamat KMP Bahuga Jaya di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon, Kamis (27/9).

Menhub mengatakan, radar STC tidak bisa mengatur kapal di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) karena tidak mampu mendeteksi setiap kapal barang yang melewati jalur internasional tersebut.

“Seluruh kapal ferry yang berlayar di Selat Sunda bisa dideteksi oleh STC, baik yang berada di Pelabuhan Merak maupun yang berada di Pelabuhan Bakauheuni. Semuanya terpantau,” kata Menhub.

Kata Mangindaan, di Selat Sunda terdapat perlintasan khusus bagi kapal asing maupun dalam negeri pembawa barang. Jalur tersebut merupakan jalur internasional resmi yang berada di selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera itu.

“Nah kalau kapal yang berada di jalur ALKI itu tidak bisa terdeteksi oleh radar STC. Karena radar STC hanya memantau kapal ferry,” ujarnya.

Sementara itu, Danang S Baskoro, Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry berjanji akan mengganti seluruh kerugian penumpang kapal KMP Bahuga Jaya yang mendapat musibah di Perairan Bakauheuni, Provinsi Lampung pada Rabu (26/9).

“Kami akan ganti seluruh kerugian melalui asuransi Jasa Raharja. Barang-barang korban seperti kendaraan, baik motor maupun mobil akan kami ganti,” kata Danang S Baskoro. (hary)