Angkasa Pura 2

Jalur Ganda KA Pantura Kado dari SBY

EmplasemenSenin, 8 Oktober 2012
jalur ganda-edit

SEMARANG – Jelang Idul Fitri nanti, kereta api (KA) akan semakin joss lagi. Soalnya, jalur ganda pantai utara (pantura) di koridor Cirebon – Semarang bisa digunakan untuk mudik Lebaran. Dengan demikian, kereta melaju di atas double track sejak dari Jakarta hingga ibukota Jawa Tengah.

“Sebelum Lebaran nanti, double track pantura di koridor Cirebon – Semarang bisa dimanfaatkan. Sedangkan koridor Semarang – Surabaya, paling lambat akhir tahun 2013,” jelas Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan.

Tundjung mengemukakan itu ketika bersama Deputi II Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah BPN, Gede Ariyuda, mendampingi Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, meninjau proyek jalur ganda Cirebon – Surabaya, pekan lalu.

Peninjauan menggunakan kereta inspeksi milik Ditjen Perkeretaapian itu juga diikuti staf khusus Wapres, Prof. Mohamad Ikhsan serta pengamat kebijakan publik dan konsumen Agus Pambagio.

Optimisme Tundjung berbasis kepada progres pekerjaan fisik terealisasi di atas target. Dia mencontohkan koridor Cirebon – Brebes, untuk pekerjaan fisik multiyears kontrak tahun anggaran 2012/2013, posisi Oktober 2012 bisa terealisasi 46,41 persen dari target 44,85 persen. Realisasi ini termasuk persinyalan dan pemagaran.

Sedangkan progres fisik single year tahun anggaran 2012, terealisasi 79,22 persen dari rencana 56,28 persen. “Padahal pekerjaannya mesti terkendala liburan Lebaran. Pekerjaan dihentikan pada 10 Agustus 2012 – 2 September 2012,” ungkap dirjen.

Proyek double track Cirebon – Surabaya yang dibiayai APBN sekitar Rp9,8 triliun tersebut pekerjaan fisik sudah mencapai 40 persen.
Karena realisasi pekerejaan fisik di atas target, Tundjung memastikan sejumlah koridor double track bisa dioperasikan lebih awal.

Contohnya, koridor Krengseng – Kuripan, Jawa Tengah, sudah dioperasikan sejak September 2012. Sedangkan Pekalongan – Kuripan dapat dioperasikan Maret 2013, dan koridor Krengseng-Semarang Tawang pada Juni 2013. Percepatan pekerjaan fisik itu, dia menyatakan sebagai bagian dari kompetennya pimpro atau satker dan kontraktor.

Beritatrans.com melihat dari data progres proyek tersebut, sebagian besar kontraktor memang mengerjakan pekerjaan dengan gemilang. Salah satunya, PT Tiga Putra Mandiri Jaya, yang mengerjakan bantalan rel dan pembangunan jembatan. Contohnya, periode 24 – 30 September 2012, dari target 16,78 persen, kontraktor ini mampu menyelesaikan 62,287 persen.

PEMBEBASAN LAHAN
Meski jos dalam pekerjaan fisik, dirjen mengakui proyek itu menghadapi kendala, terutama pembebasan lahan. Kalau saja pembebasan lahan ini lancar maka pekerjaan fisik bisa diakselerasi lagi. Contohnya, di koridor Cirebon – Brebes, realisasi pengadaan lahan baru 54.700 meter persegi (48,3 persen) dari target 113.262,18 meter.

“Kendala pembebasan lahan ini tak hanya berupa negosiasi harga, tetapi juga menyangkut aspek legalitas karena di antaranya merupakan tanah kas desa, yang merupakan milik pemda. Bahkan kendalanya berupa pemilik lahan tak mau direlokasi walau sudah ditawari harga relatif tinggi. Untuk itu, saya meminta satker (pimpinan proyek) mengadakan approach dengan berbasis aspek personal, budaya bahkan agama,” tuturnya.

Menyangkut pembebasan lahan tersebut, Deputi II Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah BPN, Gede Ariyuda, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh dari proses pembebasan hingga pengurusan administratifnya.

KERETA & SUBSIDI
Upaya pemerintah, dalam hal ini kementerian perhubungan, menggenjot kualitas dan kuantitas infrastruktur perkeretaapian agar lebih besar lagi dimanfaatkan rakyat, tak sekadar menyediakan dan menambah jaringan rel, tetapi juga pengadaan stasiun, kereta hingga subsidi operasional.

Untuk jalur ganda Jakarta – Surabaya, Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengutarakan pemerintah mengadakan pula ratusan kereta, yang langsung diserahkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dioperasikan melayani rakyat. Dalam konteks, pelayanan tersebut pemerintah juga memberikan subsidi kepada PT KAI melalui skema passanger service obligation (PSO).
KADO SBY

Staf khusus wapres, Prof. Mohamad Ikhsan, menyatakan kagum atas prestasi realisasi pembangunan jalur ganda dan pengadaan kereta tersebut. “Proyek raksasa ini menjadi kado Pak SBY kepada rakyat sebelum beliau mengakhiri tugas sebagai presiden,” tuturnya.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, juga menyatakan hal yang sama. Dia mengapresiasi semangat, keberanian, kecerdasan dan kerja keras jajaran Ditjen Perkeretaapian mem-planning, mengelola dan mengkontrol proyek buat rakyat ini. “Sosok Tundjung Inderawan sebagai dirjen, berperan besar sekaligus master key dalam proyek ini,’ cetusnya.

Agus mengemukakan mengerjakan proyek publik bukan persoalan gampang. Begitu berat tantangan dan kendalanya, termasuk adanya preman-preman berkedok LSM. Mereka membayar orang-orang tertentu untuk berdemo dengan aspirasi yang terkesan mengada-ada.

“Ada yang mempermasalahkan kebingsingan, polusi udara atau jalan rusak, bahkan tudingan penyimpangan anggaran. Tapi sebenarnya di balik aspirasi itu adalah memeras, meminta uang. Karenanya, kalau mereka sampai mengganggu atau menghentikan proyek, polisi harus segera menangkap mereka. Jangan biar-biarkan preman menghalangi proyek untuk rakyat,’ tegasnya.(agus wahyudin).

loading...