Angkasa Pura 2

Sekolah Pencetak Pelaut dibangun di Padang & Minahasa

SDMKamis, 25 Oktober 2012
bobby2-edit

JAKARTA – Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan mengajukan anggaran Rp2,9 triliun pada APBN 2013. Sebagian besar anggaran tersebut terserap untuk operasional lembaga pendidikan dan gaji pegawai.

Kepala BPSDMP Kemenhub, Capt. Bobby R Mamahit, mengemukakan besarnya biaya operasional karena lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola memang disubsidi oleh negara. Sehingga, siswa tidak dibebani biaya begitu besar.

“Contohnya, untuk mengikuti pendidikan pilot, hanya membutuhkan biaya sekitar Rp45 juta. Bandingkan dengan pendidikan pilot milik swasta, siswa bisa dikenakan biaya hingga Rp500 juta,” jelasnya, kemarin.

Dari anggaran yang diajukan, Bobby mengungkapkan Rp1,2 triliun dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan fasilitas dan gedung diklat. Selain itu, juga dialokasikan untuk membangun gedung baru.

Dia mencontohkan mulai tahun depan dibangun gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, serta Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Biayanya masing-masing Rp70 miliar tahap pertama. “Kami tidak menganggarkan pengadaan lahan karena mendapat hibah dari pemerintah dua kabupaten tersebut,” ungkapnya.

KAPASITAS
Kedua lembaga diklat untuk mencetak pelaut itu masing-masing dapat menampung 120 taruna yakni 60 taruna jurusan dek dan 60 taruna jurusan mesin. “Sebenarnya kapasitas bisa dikembangkan lagi, tetapi kami harus memacu kuantitas instruktur dan fasilitas pendidikan,” ujarnya.(aliy/aw).

loading...