Angkasa Pura 2

Begitu Dioperasikan Bandara Kualanamu Kontan Full Capacity

BandaraSelasa, 30 Oktober 2012
bandara

MEDAN (Berita Trans) – Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mulai dioperasikan Maret 2013. Namun begitu dioperasikan, simpul transportasi udara pengganti Bandara Polonia tersebut mesti segera dikembangkan.

Kepada beritatrans.com, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengutarakan tahap awal digelar shadow operation di bandara itu. “Paling lambat awal April 2013,” ungkapnya, Selasa (30/10/2012).

Shadow operation itu butuh waktu tiga bulan, karena tidak serta merta bandara selesai, bisa langsung pindah dan digunakan. Maka harus menjalani rangkaian tes dan uji coba, termasuk keakuratan perangkat seperti radar dan navigasi maupun telekomunikasi pesawat. Jadi, tidak sembarangan.

“Dengan shadow operation, semuanya akan disetting dan di tes apakah bisa dijalankan dengan baik atau tidak. Shadow operation ini, kami kerjakan bersama Ditjen Perhubungan Udara,” jelasnya.

Tri Sunoko mengemukakan bandara tersebut bisa beroperasi penuh (full operation) tergantung lancarnya shadow operation dan siapnya akses jalan ke bandara.

Meski demikian, dia menjelaskan tersedia pelayanan kereta api (KA) bandara, yang menghubungkan Stasiun Medan – Bandara Kualanamu. “Kereta bandara ini bisa dioperasikan bersamaan dengan shadow operation,” jelasnya.

DIKEMBANGKAN LAGI
Secara terpisah, Direktur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi PT Angkasa Pura II Salahudin Raffi mengutarakan begitu dioperasikan maka bandara baru tersebut mesti dikembangkan lagi.

Untuk tahap I, bandara ini disiapkan menampung 8,1 juta penumpang/tahun. Padahal penumpang di Polonia sudah mencapai 6,15 juta penumpang. “Tahun 2013, bukan tidak mungkin angkanya mendekati 8 juta. Artinya, sudah full capacity,” ungkapnya.

Karenanya, pengembangan bandara pada tahap I mesti dilanjutkan pada stage 2 yakni perluasan terminal penumpang dari luas 90.000 ribu meter menjadi 125.00 meter, sehingga mampu menampung 10 juta penumpang/tahun.

Setelah itu,Raffi menjelaskankan dibangun bandara tahap 2 yakni perluasan terminal penumpang menjadi 170.000 meter dan berkapasitas 15 juta penumpang/tahun. Tahap akhir (ultimate) memperluas terminal menjadi 225.000 meter dengan kapasitas 22 juta penumpang/tahun.

PROGRES PROYEK
Sementara itu, Pimpinan proyek Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II, J Waskito, mengungkapkan pekerjaan sektor publik sudah tampung 95,8 persen, dan sektor privat 78,11 persen.

“Insya Allah, dengan dukungan stake holder dan pembinaan dari direksi serta dewan pengawas, bandara ini akan selesai tepat waktu. Apalagi persoalan rumah-rumah warga di areal bandara sudah seluruhnya dituntaskan,” tuturnya.

DATA BANDARA
Bandara Kualanamu menempati lahan 1.365 hektar, dilengkapi runway 3.750 X 60 meter, paralel tawiway 1 seluas 3.750 X 30 meter dan taxiway 2 seluas 2.000 X 30 meter.

Luas appron 200.000 meter dan mampu menampung 33 pesawat, dan gedung kargo seluas 13.000 meter. Sedangkan luas area parkir 50.820 meter, yang mampu menampung 407 taksi, 55 bus dan 908 mobil pribadi.

NAMA & BUDAYA
Menyangkut nama resmi bandara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II tri Sunoko menjelaskan masih belum final. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah mengajukan sejumlah nama ke Ditjen Perhubungan Udara.

“tetapi saya belum tahu apakah nama apa yang dipilih. Sejauh ini, memang berkembang usulan beberapa nama, termasuk nama pahlawan,” ujarnya.

Salahudin Raffi menambahkan nama apapun yang dipilih, tentu merupakan terbaik. “Yang pasti kami memang mengkomodir kearifan budaya lokal dalam pembangunan bandara ini. Interior dalamnya kaya dengan nuansa budaya Sumatera Utara, termasuk ulos,” ungkapnya.
(aw).