Angkasa Pura 2

Langkah Jaya, Bengkel Warisan Orde Baru

OtomotifRabu, 31 Oktober 2012
Bengkel 1

TANGERANG (Berita Trans) – Berdiri sejak masa pemerintahan Presiden Suharto, Bengkel Langkah Jaya, bengkel khusus elektro motor dan mesin genset tertua di Pasar Baru, Tangerang ini mampu menyaingi bengkel resmi sepeda motor di wilayah tersebut dengan puluhan pelanggan setianya.

Bengkel yang berlokasi di kawasan strategis pusat kota Daan Mogot Tangerang, tepatnya di Jl. Moh. Toha No 1 ini, ternyata sudah cukup dikenal sejak 36 Tahun yang lalu, yakni saat masa rezim orde baru berkuasa.

Pada awalnya, sang pendiri bengkel, Bun Sui (60), memulai usaha hanya dengan memperkerjakan seorang karyawan. Sehingga Bun Sui sering merangkap sebagai montir saat jumlah pelanggan yang datang mulai banyak dan membutuhkan waktu yang cepat untuk diselesaikan.

Sejak lima tahun terakhir, usaha bengkel ini diteruskan oleh salah satu anaknya, Yudi Sanjaya (33). Sebagai penerus, dia mengaku lebih bekerja keras dalam memajukan bisnisnya ditengah persaingan bengkel yang semakin ketat.

“Kami mempunyai motto ‘Kualitas Bengkel Resmi, Harga Bengkel Jalanan’, Pelanggan setia diberikan hadiah satu kali service gratis jika sudah lima kali service di bengkel kami,” kata Yudi.

Untuk membuat pelanggan lebih nyaman, Yudi menyediakan TV, koran, toilet, dan air mineral gratis.

Salah satu pelanggan, Agus (29) mengaku senang dengan pelayanan yang diberikan Bengkel Langkah Jaya, selain melayani dengan ramah, kualitas service-nya juga memuaskan. “Saya biasa service di sini. Montirnya juga pada ahli, gak ngecewain meski harus rela antre” paparnya.

Ia juga menuturkan bahwa harga service motor Honda Blade miliknya terbilang murah, untuk Ganti gear satu set dengan rantai original dikenakan biaya Rp125.000, ganti oli (Shell 15W) Rp28.000, ganti ban luar, ban depan dan ban belakang (dunlop) Rp190.000, ganti kanvas rem belakang Rp25.000, ganti kanvas rem depan Rp15.000, ganti bohlam lampu panel 1 buah Rp5.000, serta service berkala (per tiga bulan) Rp25.000.

“Dengan total Rp413.000, saya sudah bisa membawa pulang motor kesayangan ini sesuai dengan yang diharapkan,” kata Agus.

(Febrian/mahasiswa Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara, Bekasi)