Angkasa Pura 2

Marka Yellow Box Junction Dibangun di Kota Bekasi

KoridorJumat, 2 November 2012
leny1

BEKASI – Dinas Perhubungan Kota Bekasi dan Polres Metro Bekasi terus melakukan berbagai upaya untuk menangani kemacetan arus lalu lintas di Kota Bekasi. Di antaranya membuat marka baru yang disebut “Yellow Box Junction” (YBC).

Marka yang telah siap untuk disosialisasikan itu terdapat di persimpangan Traffic Light (TL) Jalan Hasibuan Bekasi Timur (pintu air Bekasi). Marka tersebut berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang berwarna kuning berukuran besar yang tergambar pada aspal jalan.

Teguh Teguh Indrianto, Kasie Manejemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, mengutarakan YBJ merupakan marka jalan yang diciptakan untuk mengurai serta mencegah kemacetan di persimpangan jalan yang berakibat pada tersendatnya arus kendaraan di jalur lain.

CEGAH PENEROBOS
Menurutnya, banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos TL, saat antrean kendaraan di depannya belum terurai. Dengan adanya YBJ ini, meski TL menyala hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar.

“Dalam kotak kuning itu harus kosong terlebih dahulu, walaupun keadaan lampu pengatur lalu lintas sudah hijau di jalur lainnya,” kata Teguh.

Teguh menambahkan bagi pengendara yang tetap memaksa memasukan kendaraannya ke dalam YBJ, meski masih terdapat kendaraan lain di dalamnya, maka pengguna jalan ini akan terkena sanksi tilang. Saat ini, sambung dia, YBJ masih dalam tahap proses sosialisasi dan belum akan diberlakukan dalam waktu dekat.

“Sosialisasi ini sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan,” ujarnya.

Dinas Perhubungan dan Polres Metro Bekasi belum bisa memastikan kapan marka baru ini diberlakukan. Namun dalam pelaksanaannya nanti, YBJ masih tetap memerlukan pengaturan oleh petugas. Sedikitnya empat orang petugas harus berada di lokasi YBJ untuk melakukan pengaturan di empat titik lampu pengatur jalan yang berada di persimpangan itu.

Teguh mengatakan YBJ akan berfungsi secara maksimal jika ada kesadaran dari pengguna jalan itu sendiri. Sebab kesadaran pengguna jalan akan menjadi kunci utama kelancaran arus lalu lintas.

“Jika pengendara melihat jalur di depannya tersendat, hendaknya yang bersangkutan tidak memaksakan diri masuk ke YBJ meski TL sudah menyala hijau. Dengan begitu jalur lain pun tidak akan terganggu,” tutupnya.

(Leny Kurniawati/Mahasiswa Universitas Bhayangkara, Bekasi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari