Angkasa Pura 2

Geng Motor VS Klub Motor

OtomotifSelasa, 6 November 2012
Klub Motor

BEKASI (Berita Trans) – Menjamurnya komunitas sepeda motor di Indonesia dikarenakan peningkatan penjualan sepeda motor yang semakin tinggi. Menurut data dari Departemen perhubungan Sampai dengan saat ini jumlah kendaraan bermotor di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 20 juta unit yang 60% adalah sepeda motor sisanya adalah mobil, sedangkan pertumbuhan populasi untuk mobil sekitar 3-4% dan sepeda motor lebih dari 4% per tahun.

Oleh sebab itu tidak heran jika komunitas sepeda motor semakin merajalela bahkan hampir disetiap pelosok daerah. Namun akhir-akhir ini di berbagai media kita sering membaca atau menonton berita tentang aksi brutal anak-anak muda yang mengklaim sebagai komunitas geng motor. Mereka yang umumnya para remaja tersebut kini mulai meresahkan karena sering kali membuat kekacauan mulai dari balapan motor alias trek-trekan di jalanan umum sampai aksi penganiayaan terhadap pengguna sepeda motor yang lain.

Sebab ulah dari geng motor ini beberapa komunitas motor lainnya menjadi resah akan tindakan brutal geng motor, pasalnya mencoreng komunitas motor di mata masyarakat karena komunitas motor di Indonesia bukan hanya geng motor saja tapi ada juga klub motor. seperti yang diungkapkan Estian Adrianto perwakilan dari anggota klub motor yang biasa disebut (HTML) Honda Tiger Mailing List di bekasi(03/11)

“Kita tidak sama dengan geng motor sebab kita memiliki kegiatan positif seperti bakti sosial dan kegiatan rutin kita adalah (kopdar) kopi darat yaitu perkumpulan seluruh anggota club,” kata Estian di Bekasi, Selasa (6/11).

Meskipun demikian, kata Estian, masih banyak orang yang salah pengertian terhadap kehadiran klub motor. Banyak masyarakat awam yang menyamakan club motor yang secara keseluruhan isinya orang-orang baik tetapi dicap sebagai geng motor yang anarkis. Apalagi dengan maraknya berita tentang kekerasan yang dilakukan oleh segerombolan orang yang ditengarai adalah geng motor.

Estian Adrianto juga menjelaskan bahwa club dan geng motor itu memiliki perbedaan yang signifikan. Komunitas klub motor itu punya anggaran dasar seperti anggaran rumah tangga yang mengatur komunitas agar berkegiatan positif seperti safety riding dan juga membantu pihak tertentu untuk melakukan promosi barang.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar atas kejadian dari geng motor tolong diperhatikan sekali perbedaannya dengan klub motor, kalau geng motor lebih bebas dan tidak kenal etika berkendara serta cenderung beraksi anarkis sedangkan club tidak melakukan anarkis, memiliki safety riding minimal menggunakan helm jika di dalam kota,” katanya. (Glen Peter/Mahasiswa Universitas Bhayangkara, Bekasi)

loading...