Angkasa Pura 2

Norgas Minta Kapalnya Dibebaskan

DermagaSelasa, 6 November 2012
Norgas

MERAK (Berita Trans) – Norgas Carriers, Pte. Ltd, perusahaan pemilik kapal tangker Norgas Cathinka yang bertabrakan dengan KMP Bahuga Jaya di perairan Selat Sunda tanggal 26 September 2012, meminta agar kapal yang ditahan Pengadilan Negeri (PN) Serang diijinkan melanjutkan pelayarannya untuk mengirimkan muatan ke tujuan.

Kapal tanker berbendera Singapura ini memuat 3.045 metrik ton propylene, bahan yang sangat mudah terbakar dan meledak. Jika tidak segera dibongkar, khawatir bahaya yang lebih besar terjadi.

Charles Freeman, juru bicara Norgas Carriers, Pte. Ltd., menyampaikan kekhawatirannya terhadap muatan propylene yang diangkut oleh kapal tanker tersebut. Sifat gas propylene yang mudah terbakar memiliki risiko keamanan yang serius seandainya tidak mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang benar.

“Norgas Cathinka membawa muatan 3.045 metrik ton propylene, bahan yang sangat mudah terbakar dan meledak. Untuk mengangkut propylene, kami harus memenuhi persyaratan kapal pengangkut dan prosedur pemeliharaan yang ketat agar muatan tersebut dapat diangkut dengan aman,” kata Charles dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (6/11).

Propylene adalah gas cair yang memiliki sifat tak stabil dan sangat mudah terbakar sehingga penyimpanannya harus mengikuti prosedur ketat dengan suhu yang harus dijaga di bawah -45 derajat Celsius. Di atas batas suhu ini, propylene berpotensi menjadi tidak stabil.

Tekanan dalam tangki bermuatan propylene dikontrol melalui katup pengaman yang diset untuk membuka otomatis pada tekanan 3.0 bar. Muatan propylene Norgas Cathinka terus menghasilkan uap dan menyebabkan tekanan di dalam tangki naik. Tekanan yang terjadi ini dikendalikan dengan cara mencairkan muatan menggunakan kompresor. Kompresor dan katup pengaman inilah dua perangkat terpenting yang mengendalikan tekanan muatan propylene.

Berdasarkan prosedur yang sesuai dengan spesifikasi kelas kapal dan jadwal pemeliharaan, katup pengaman dan kompresor kargo seharusnya mendapatkan overhaul berkala tanggal 14 Oktober 2012 lalu. Karena hal ini tidak mungkin dilakukan saat kapal berisi muatan, perangkat pengaman ini terus dipakai hingga melewati batas yang seharusnya.

Kebutuhan overhaul menjadi lebih mendesak karena kapal tersebut baru saja bertabrakan, sehingga terdapat potensi kerusakan sewaktu-waktu akibat kestabilan dan kemampuan sistem pengaman muatan terganggu.

“Hal ini menempatkan kami pada posisi tidak menentu karena ada kemungkinan terjadi kegagalan pada sistem. Kegagalan pada katup pengaman muatan akan berakibat pada kemampuan kapal mencairkan muatan,” kata Charles.

Norgas Cathinka saat ini berjangkar di dekat Pelabuhan Merak yang ramai dan dekat dengan kawasan pemukiman dan industri. Kapal tersebut ditahan dan tidak diperbolehkan berlayar berdasarkan surat Pengadilan Negeri Serang bertanggal 25 Oktober 2012.

Norgas telah menyampaikan kepada otoritas Indonesia tentang bahaya yang dapat terjadi apabila kapal Norgas Cathinka berjangkar untuk waktu yang lama. “Penahanan kapal tentunya akan menyebabkan proses rutin penanganan propylene terganggu dan mengancam keselamatan masyarakat,” lanjut Charles.

Sementara itu, Tatang Soerawidjaja, ahli gas dan energi dari Departemen Teknik Kimia ITB mengkonfirmasi bahaya menahan kapal tanker bermuatan propylene tanpa pemeliharaan yang memadai. “Propylene adalah gas mudah terbakar. Sifatnya yang tidak berbau dan tidak berwarna menambah risiko saat kapal yang mengangkutnya tidak dipindahkan untuk waktu yang lama. Hal ini terutama karena sistem pendingin yang ada di kapal harus terus beroperasi agar dapat menjaga muatan gas tetap dingin sambil terus menjaganya dari kebocoran,” jelasnya.

Diketahui bahwa Norgas Carriers Private Limited (Norgas) adalah perusahaan perkapalan terintegrasi terkemuka yang melakukan pengangkutan gas-gas petrokimia, LPG, bahan kimia, dan LNG ke seluruh dunia. Dengan perwakilan yang berada di Singapura, Bahrain, St. Petersburg dan Shanghai. (hary)

loading...