Angkasa Pura 2

Tusiyanto, Penjaga Nyawa di Lintasan Kereta Api

EmplasemenSelasa, 6 November 2012
Penjaga Lintasan

BEKASI KOTA Kota (Berita Trans) – Sudah banyak Kereta Api (KA) yang melintas di hadapannya, tak kenal lelah untuk menunggu KA melintas, palang pintu yang sudah menutup jika KA melintas kadang diterobos oleh pengendara yang tidak sadar akan keselamatannya sendiri.

Sebut saja Tusiyanto, pria yang akrab di sapa Tusi ini sudah mengabdikan dirinya di PT KAI (Persero) selama 15 tahun. Sebagai penjaga jalan lintas (PJL) di jalan perlintasan 78 (JPL 78) Bekasi, tepatnya di samping stasiun Bekasi Jl Perjuangan Bekasi Utara.

Rasa lelah untuk menunggu setiap KA yang akan melintas sudah tidak dirasakannya lagi. Buat Tusi PJL adalah pekerjaan mulia, yaitu menutup pintu perlintasan KA di saat KA ingin melintas. ’’Menyelamatkan nyawa orang lain adalah wujud ibadah anda’’, sebuah kutipan dari PT KAI yang ditanamkan kepada PJL.

Terkadang rasa kesal ada dibenaknya, disaat macet berada di perlintasan KA dan disaat pintu perlintasan tertutup namun banyak orang yang menerobos, “Menerobos palang pintu perlintasaan KA padahal berbahaya untuk keselamatan mereka,” dan diapun selalu memberikan teguran kepada mereka yang menerobos.

Bapak dua anak ini berharap,semoga fly over Jl Ahmad Yani cepat tuntas pengerjaannya dan siap untuk dipergunakan. Sehingga yang melewati perlintasaan KA akan berkurang, karena akan jadi 1 arah. “Semoga pemimpin baru Kota Bekasi nanti mampu membuat rasa aman untuk warga dan mensejahterakan warga, serta lebih memperhatikan PJL, dimana pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang dianggap enteng,’’ tuturnya. (Armen Pranajaya/Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya)

loading...