Angkasa Pura 2

Koper Agnes Monica Tak Dibobol di Bandara Soekarno – Hatta

BandaraKamis, 8 November 2012
agnes monica

JAKARTA – Penyanyi Agnes Monica nyap-nyap gara-gara tiga kopernya sudah dalam keadaan terbuka begitu tiba di bandara. Lewat akun twitternya, @agnezmo, dia bilang: Di airport indonesia, kunci koper dibuka dengan paksa. Ini gmana pertanggungjawabannya ya???

Rusaknya gembok itu dialaminya, Rabu (7/11/2012), ketika tiba di Bandara Soekarno – Hatta dari Amerika Serikat, setelah sebelumnya transit di Bandara Changi, Singapura. Padahal, menurutnya, kedua gembok itu sudah memiliki sertifikat Transportation Security Administration (TSA), yang digunakan khusus untuk penerbangan ke AS.

Pelantun lagu Matahariku itu juga memperlihatkan foto gembok yang sudah rusak. Agnes juga melontarkan keluhan dan kritiknya terhadap pengelola bandara dan maskapai penerbangan Singapore Airlines. Bukan soal satu kopernya hilang, dia mengingatkan soal mental dan harga diri bangsa.

“Singapore Airlines.. Tolong ya? Or siapapun yg bertanggung jawab (*Pake senyum ngomongnya dgn hati (cont),” begitu Agnes menulis.

Keluhan itu segera saja ditindalanjuti oleh manajemen PT Angkasa Pura II dengan meneliti dan menelusuri perkaranya. Corporate Seceretary PT ANgkasa Pura II, Trisno Heryadi, mengemukakan investigasi ditelusuri lewat Sentral Monitor CCTV.

“Laporan dari operator CCTV terkait bagasinya Agnes Monica, nomor penerbangannya SQ 950 mendarat di Bandara Soekarno – Hatta pada jam 07.30 memakai parking stand D7 turun bagasi dari pesawat jam 07.34. Barang bagasinya diturunkan di konveyor break down jam 07.46 dan langsung diterima oleh rombongan dalam kondisi apa adanya dan tidak ada indikasi pengrusakan,” jelas Trisno Heryadi kepada beritatrans.com, Rabu malam.

Dia menegaskan terlihat penanganan bagasi dari mulai diturunkan dari pesawat menuju terminal sampai ke conveyor belt breakdown di Terminal D. Selama proses penurunan barang, termonitor tidak ada indikasi atau hal-hal yang mencurigakan oleh oknum atau orang dari Ground Handling yang melakukan pengrusakan sampai semua bagasi selesai diturunkan.

Meski demikian, Trisno mengingatkan sejak tragedi 911 WTC, pemerintah Amerika Serikat menerapkan kebijakan/peraturan ketat. Apabila barang bagasi dianggap dicurigai, dibuka bagasinya tanpa harus memanggil pemiliknya, tetapi cukup membuka kunci bagasi tersebut dengan master key gembok yang dimiliki oleh Transport Security Administration (standar TSA).

“Apabila penumpang tidak menggunakan kunci gembok berstandar TSA, maka kunci/gembok akan dirusak paksa,” ujarnya. “Pertanyaannya adalah, apakah kopernya dirusak sejak di bandara asal (di Amerika), atau di bandara transit atau di bandara tujuan (bandara Soetta). Tetapi sesuai hasil-rekaman CCTV, bagasi Agnes Monica tidak dirusak di bandara Soetta,” ujarnya.

TANGGUNGJAWAB MASKAPAI
Trisno juga mengingatkan, ketentuan penanganan bagasi sesuai ketentuan ICAO annex-17 dan Kepmenhub No.9 tahun 2010, saat mulai diserahkan oleh penumpang kepada petugas check in dan sampai pengambilan di conveyor bandara tujuan adalah tanggung jawab dari perusahaan penerbangan.

“Pada Kepmenhub 9 Thn 2010, Bab 4, 4.5.6 : “Isinya adalah: Badan usaha angkutan udara bertanggungjawab terhadap pengendalian. Keamanan penumpang, barang, awak pesawat dan bagasinya sejak keluar ruang tunggu menuju ke pesawat udara (boarding) sampai dengan di ruang kedatangan bandar udara tujuan,” jelasnya.(aw).

loading...