Angkasa Pura 2

Angkasa Pura II Salurkan Rp40 Miliar Dana PKBL

BandaraSenin, 12 November 2012
Dirkeu AP II

TANGERANG (beritatrans.com) – Terhitung hingga September 2012, PT Angkasa Pura II telah menyalurkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sedikitnya Rp40 miliar untuk wilayah Provinsi Banten. Dana tersebut disalurkan secara bertahap setiap tahunnya, dan dalam bentuk penyaluran yang beragam.

”Untuk Program Kemitraan, total dana yang sudah disalurkan hingga September 2012 mencapai Rp37,65 miliar. Total mitra binaan yang mendapatkan bantuan ini sebanyak 1,491 mitra binaan yang ada di seluruh wilayah Provinsi Banten,” kata Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Laurensius Manurung di Tangerang, Senin (12/11).

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Peresmian Pembangunan Fasilitas MCK dan Rehabilitasi Padepokan di Masjid Banten Lama, Kompleks Kesultanan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, Senin, 12 November 2012.

Dijelaskan Laurensius Manurung, sejumlah fasilitas di Kompleks Kesultanan Banten Lama yang baru saja diresmikan tersebut merupakan salah satu bentuk program Bina Lingkungan yang disalurkan PT Angkasa Pura II yang dikerjakan mulai awal Juni 2012 lalu. Penyaluran bantuan di kompleks Kelustanan Banten Lama sendiri menjadi apresiasi manajemen PT Angkasa Pura II untuk turut melestarikan objek-objek peninggalan sejarah Bangsa.

Ditambahkannya, khusus untuk Program Bina Lingkungan, hingga bulan September 2012 manajemen Angkasa Pura II telah menyalurkan dana sebesar Rp2,5 milar. Adapun bentuk-bentuk penyalurannya, antara lain berupa pemberian perahu karet dan perlengkapannya, pemberian nutrisi, bahan material bangunan, penanaman pohon di wilayah Pemkot dan Pemkab Tangerang. Menyusul, tengah dikaji dan dievaluasi rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di wilayah Pandeglang yang rusak pasca musibah banjir beberapa waktu lalu.

”Untuk kebutuhan pembangunan sarana fasilitas MCK dan rehabilitasi padepokan Masjid Banten Lama, total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp640 jutaan,” ujar Laurensius. (Aliy)