Angkasa Pura 2

Pintu M1 Bandara Soekarno – Hatta Ditutup Mulai Mei 2013

BandaraSelasa, 13 November 2012
shia

TANGERANG (beritatrans.com) – Manajemen PT Angkasa Pura II sedang mengerjakan infrastruktur jalan di pinggir Bandara Soekarno – Hatta. Setelah jalan itu jadi, maka pintu M1 akan ditutup mulai akhir Mei 2013.

Direktur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi PT Angkasa Pura II, Salahudin Rafi, mengemukakan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari megaproyek pengembangan Bandara Soekarno – Hatta.

“Pembangunan dua track jalan itu di atas lahan milik PT Angkasa Pura dengan program anggaran Rp2 triliun. Sejauh ini, pekerjaan masih on the right track. Bagus. Sesuai planning,” jelas Rafi kepada beritatrans.com, kemarin.

Dengan tuntas dan dioperasikannya jalan tersebut sekitar akhir Mei 2013, dia mengutarakan maka pintu masuk M1 akan ditutup. Penutupan berkaitan dengan pembangunan jalur kereta dan stasiun KA di bandara.

“Pembangunan jalur rel dan penyediaan sarana kereta menjadi kewajiban PT Kereta Api Indonesia (KAI), sedangkan pembangunan stasiun menjadi kewajiban PT Angkasa Pura II. Kami memprogramkan biayanya Rp1 triliun,” ungkapnya didampingi Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi.

Selain membangun akses tersebut, Rafi mengungkapkan manajemen PT Angkasa Pura II juga akan membangun dan mengoperasikan kereta khusus yang beroperasi antarterminal. Pembangunan kereta bertajuk People Moving System (PMS) ini dianggarkan dengan biaya Rp1,5 triliun.

Dia menegaskan pada tahun 2013, pembangunan infrastruktur jalan, jalur kereta dan PMS selesai serta dapat dioperasikan pada tahun 2013.

“Seluruhnya harus tuntas tahun 2013, termasuk pengembangan terminal 3, pembanguna taxi way dan apron, revitalisasi terminal 1 dan 2, pembangunan integrated building, terminal kargo, gedung perkantoran, komersial area, serta landskap,” cetusnya.

Megaproyek tersebut, Rafi menuturkan bagian dari begitu pedulinya pemerintah dan PT Angkasa Pura II untuk terus meningkatkan pelayanan kepada rakyat. “Megaproyek itu menjadi salah satu kado manis dari Pak SBY dan Pak Boediono kepada rakyat sebelum beliau mengakhiri tugas memimpin negeri ini,” ujarnya.(aw).